Key insights and market outlook
Banjir baru-baru ini di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara berpotensi memicu klaim reasuransi yang signifikan karena kerusakan yang luas. Namun, PT Reasuransi Maipar Indonesia (Maipark) menyatakan bahwa perusahaan tidak terpapar risiko banjir karena saat ini hanya menanggung risiko gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami. Dampak keseluruhan terhadap industri reasuransi nasional masih dinamis dan tidak pasti karena keterbatasan pelaporan dari daerah terdampak.
Banjir dan tanah longsor baru-baru ini di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara telah meningkatkan kekhawatiran tentang potensi dampak signifikan terhadap industri reasuransi Indonesia. Pakar asuransi Irvan Rahardjo mencatat bahwa keterbatasan akses komunikasi dan isolasi berkelanjutan di beberapa daerah menghambat aliran klaim ke perusahaan asuransi, yang kemudian mempengaruhi klaim reasuransi 1
PT Reasuransi Maipar Indonesia (Maipark) telah mengklarifikasi bahwa perusahaan tidak terpengaruh oleh risiko banjir di Sumatra karena saat ini hanya menanggung risiko gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami. CEO Maipark, Kocu Andre Hutagalung, mengkonfirmasi bahwa risiko lain seperti banjir tidak dicover oleh perusahaan, sehingga banjir Sumatra baru-baru ini tidak mempengaruhi eksposur atau kinerja keuangan Maipark 2
Sementara Maipark tetap tidak terpengaruh, industri reasuransi secara keseluruhan menghadapi ketidakpastian. Sejauh mana klaim sebenarnya masih dinamis dan tidak pasti karena tantangan dalam pelaporan dari wilayah yang terkena dampak. Ketika lebih banyak informasi tersedia, industri mungkin akan melihat gambaran yang lebih jelas tentang implikasi keuangan dari bencana alam ini.
Potential Reinsurance Claims from Sumatra Floods
Maipark Clarifies No Exposure to Flood Risks