Key insights and market outlook
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) melaporkan penurunan laba bersih sebesar 41,35% tahun-ke-tahun menjadi Rp549,57 miliar untuk sembilan bulan pertama tahun 2025, dengan pendapatan menurun 14,86% YoY menjadi Rp6,41 triliun 1
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mengalami penurunan signifikan dalam kinerja keuangan selama sembilan bulan pertama tahun 2025. Perusahaan melaporkan laba bersih sebesar Rp549,57 miliar, mewakili penurunan 41,35% tahun-ke-tahun dibandingkan dengan Rp937,75 miliar pada periode yang sama tahun 2024 1
Penurunan kinerja keuangan SMRA terutama disebabkan oleh siklus pengakuan pendapatan, yang biasanya mengalami fluktuasi di sektor pengembangan properti. Meskipun ada tantangan jangka pendek, analis industri tetap berpendapat bahwa prospek jangka panjang perusahaan tetap positif, didukung oleh berbagai langkah stimulus pemerintah yang bertujuan menghidupkan kembali pasar properti 2
Sektor properti diharapkan dapat memperoleh manfaat dari inisiatif pemerintah, yang berpotensi meningkatkan pengembang seperti SMRA. Analis menyarankan bahwa meskipun kinerja saat ini dipengaruhi oleh faktor siklikal, permintaan dasar dan dukungan pemerintah dapat mendorong pemulihan di periode mendatang.
Investor harus mempertimbangkan sifat siklikal sektor properti saat mengevaluasi saham SMRA. Meskipun kinerja jangka pendek telah menantang, posisi strategis perusahaan dan dukungan pemerintah adalah indikator positif untuk pertumbuhan masa depan.
Q3 2025 Earnings Report
Revenue Decline
Government Property Stimulus