Key insights and market outlook
Sun Life Financial Indonesia tetap mempertahankan pendekatan investasi konservatif dengan fokus pada obligasi pemerintah (SBN) dan obligasi korporasi daripada meningkatkan kepemilikan saham, meskipun terjadi pemulihan pasar baru-baru ini. Perusahaan memprioritaskan pengelolaan aset-kewajiban (ALM) dan mencocokkan liabilitas jangka panjang dengan aset pendapatan tetap berkualitas tinggi. Strategi ini didorong oleh produk asuransi tradisional yang dominan dan struktur liabilitas jangka panjang.
Sun Life Financial Indonesia memilih untuk tetap menjalankan strategi investasi konservatif dengan fokus pada obligasi pemerintah (SBN) dan obligasi korporasi berkualitas tinggi daripada meningkatkan kepemilikan saham. Direktur Utama Albertus Wiroyo menjelaskan bahwa strategi ini merupakan bagian dari kerangka pengelolaan aset-kewajiban (ALM) dan manajemen risiko perusahaan.
Keputusan ini didorong oleh struktur liabilitas perusahaan yang ditandai dengan kewajiban jangka panjang dan relatif pasti karena produk asuransi tradisional yang dominan. Oleh karena itu, perusahaan menemukan bahwa sekuritas pendapatan tetap, khususnya SBN dan obligasi korporasi berkualitas, adalah kelas aset yang paling sesuai. Wiroyo menekankan bahwa strategi ini tidak didorong oleh kekhawatiran terhadap pasar modal, tetapi lebih kepada kebutuhan untuk mencocokkan aset dengan kewajiban secara efektif.
Meski terjadi pemulihan pasar saham baru-baru ini, Sun Life Indonesia tetap berkomitmen pada strategi investasinya saat ini. Pendekatan perusahaan ini mencerminkan sikap hati-hati yang memprioritaskan stabilitas dan prediktabilitas dalam portofolio investasinya. Strategi ini sangat relevan dalam konteks industri asuransi Indonesia, di mana perencanaan keuangan jangka panjang dan manajemen risiko sangat penting.
Conservative Investment Strategy Maintained
Focus on Government and Corporate Bonds