Key insights and market outlook
Superbank akan go public dengan initial public offering (IPO) senilai Rp2,31 triliun hingga Rp3,06 triliun. Analis menyoroti kekhawatiran mengenai profitabilitas yang masih rendah, dengan return on equity (ROE) antara 1-2%, dan persaingan ketat di ruang perbankan digital dari pemain established seperti Bank Jago (ARTO) dan Bank Neo Commerce (BBYB). IPO ini akan menawarkan hingga 13% saham perusahaan dengan harga Rp525-Rp695 per lembar.
Superbank sedang bersiap untuk initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia, dengan target dana antara Rp2,31 triliun hingga Rp3,06 triliun. Bank digital ini berencana melepas hingga 4,40 miliar saham baru, yang mewakili 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga IPO ditetapkan antara Rp525 hingga Rp695 per saham, dengan nilai nominal Rp100 per saham. Dana yang diperoleh akan digunakan terutama untuk modal kerja guna mendukung ekspansi kredit (70%) dan sisanya 30% untuk belanja modal, termasuk pengembangan teknologi.
Analis dari RHB Sekuritas Indonesia telah menyuarakan kekhawatiran tentang kinerja keuangan Superbank saat ini. Meskipun bank ini melaporkan laba bersih Rp20 miliar pada paruh pertama 2025, return on equity (ROE) bank masih rendah, berkisar antara 1% hingga 2%. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang valuasi, yang ditetapkan antara 2,3 hingga 2,8 kali price-to-book value (PBV). Andrey Wijaya dari RHB Sekuritas mencatat bahwa valuasi saat ini membutuhkan keyakinan investor yang kuat pada kemampuan bank untuk meningkatkan profitabilitas secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Superbank telah agresif memperluas portofolio kreditnya, dengan pertumbuhan pinjaman mencapai 30% year-on-year. Meskipun ekspansi cepat ini menghadirkan peluang pertumbuhan, hal ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang risiko kredit dan kemampuan bank untuk menjaga kualitas aset. Manajemen risiko yang efektif akan sangat krusial saat bank terus mengembangkan portofolio pinjamannya.
Sektor perbankan digital di Indonesia semakin kompetitif, dengan pemain established seperti PT Bank Jago Tbk. (ARTO), PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB), PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI), dan PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) yang sudah beroperasi di pasar. Superbank perlu membedakan dirinya dan melaksanakan rencana bisnisnya secara efektif untuk mendapatkan pangsa pasar.
IPO Superbank merupakan milestone penting bagi bank digital ini. Meskipun bank menghadapi tantangan terkait profitabilitas dan persaingan, pelaksanaan yang sukses dari strategi pertumbuhan dapat memposisikan bank sebagai pemain kuat di lanskap perbankan digital Indonesia. IPO dijadwalkan pada 17 Desember 2025, dengan kode saham SUPA.
Superbank IPO Preparation
Digital Bank Expansion
Banking Competition Intensification