Superbank Prepares for IPO Amid Profitability and Competition Concerns
Back
Back
6
Impact
7
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

Superbank Siap IPO di Tengah Kekhawatiran Profitabilitas dan Persaingan

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Superbank akan go public dengan initial public offering (IPO) senilai Rp2,31 triliun hingga Rp3,06 triliun. Analis menyoroti kekhawatiran mengenai profitabilitas yang masih rendah, dengan return on equity (ROE) antara 1-2%, dan persaingan ketat di ruang perbankan digital dari pemain established seperti Bank Jago (ARTO) dan Bank Neo Commerce (BBYB). IPO ini akan menawarkan hingga 13% saham perusahaan dengan harga Rp525-Rp695 per lembar.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Superbank Siap IPO di Tengah Tantangan

Detail IPO dan Proyeksi Keuangan

Superbank sedang bersiap untuk initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia, dengan target dana antara Rp2,31 triliun hingga Rp3,06 triliun. Bank digital ini berencana melepas hingga 4,40 miliar saham baru, yang mewakili 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga IPO ditetapkan antara Rp525 hingga Rp695 per saham, dengan nilai nominal Rp100 per saham. Dana yang diperoleh akan digunakan terutama untuk modal kerja guna mendukung ekspansi kredit (70%) dan sisanya 30% untuk belanja modal, termasuk pengembangan teknologi.

Kekhawatiran Analis Mengenai Profitabilitas

Analis dari RHB Sekuritas Indonesia telah menyuarakan kekhawatiran tentang kinerja keuangan Superbank saat ini. Meskipun bank ini melaporkan laba bersih Rp20 miliar pada paruh pertama 2025, return on equity (ROE) bank masih rendah, berkisar antara 1% hingga 2%. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang valuasi, yang ditetapkan antara 2,3 hingga 2,8 kali price-to-book value (PBV). Andrey Wijaya dari RHB Sekuritas mencatat bahwa valuasi saat ini membutuhkan keyakinan investor yang kuat pada kemampuan bank untuk meningkatkan profitabilitas secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Ekspansi Kredit dan Manajemen Risiko

Superbank telah agresif memperluas portofolio kreditnya, dengan pertumbuhan pinjaman mencapai 30% year-on-year. Meskipun ekspansi cepat ini menghadirkan peluang pertumbuhan, hal ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang risiko kredit dan kemampuan bank untuk menjaga kualitas aset. Manajemen risiko yang efektif akan sangat krusial saat bank terus mengembangkan portofolio pinjamannya.

Lanskap Kompetitif di Perbankan Digital

Sektor perbankan digital di Indonesia semakin kompetitif, dengan pemain established seperti PT Bank Jago Tbk. (ARTO), PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB), PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI), dan PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) yang sudah beroperasi di pasar. Superbank perlu membedakan dirinya dan melaksanakan rencana bisnisnya secara efektif untuk mendapatkan pangsa pasar.

Kesimpulan

IPO Superbank merupakan milestone penting bagi bank digital ini. Meskipun bank menghadapi tantangan terkait profitabilitas dan persaingan, pelaksanaan yang sukses dari strategi pertumbuhan dapat memposisikan bank sebagai pemain kuat di lanskap perbankan digital Indonesia. IPO dijadwalkan pada 17 Desember 2025, dengan kode saham SUPA.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
13 min
Sources
1 verified
Related Stocks
ARTOBBYBBBHIAGRO

Topics Covered

Digital Banking IPOFinancial TechnologyBanking Competition

Key Events

1

Superbank IPO Preparation

2

Digital Bank Expansion

3

Banking Competition Intensification

Timeline from 1 verified sources