Key insights and market outlook
PT Super Bank Indonesia Tbk., atau Superbank, akan debut di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini melalui penawaran umum perdana saham (IPO). Bank ini akan menjadi bank digital ke-7 yang terdaftar di pasar modal Indonesia. Superbank akan menawarkan 13% sahamnya dengan harga Rp635 per saham, dengan target mengumpulkan sekitar Rp2,79 triliun. Dana IPO akan mendukung strategi pertumbuhan bank ini di tengah persaingan ketat di lanskap perbankan digital.
PT Super Bank Indonesia Tbk., atau Superbank, akan debut di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 17 Desember 2025, melalui penawaran umum perdana saham (IPO). IPO ini akan menandai Superbank sebagai bank digital ke-7 yang masuk ke pasar modal Indonesia. Bank ini akan menawarkan 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga tetap Rp635 per saham, sebagaimana tercantum dalam prospektus yang diterbitkan di Bisnis Indonesia pada 9 Desember 2025.
IPO ini diharapkan dapat mengumpulkan sekitar Rp2,79 triliun, yang akan dialokasikan untuk mendukung strategi pertumbuhan bank. Superbank telah menunjukkan tanda-tanda positif dengan membukukan laba Rp20 miliar pada semester pertama 2025. Namun, analis RHB Sekuritas Indonesia, Andrey Wijaya, mencatat bahwa return on equity (ROE) bank masih relatif rendah, sekitar 1-2%. Ekspansi kredit yang agresif dengan pertumbuhan pinjaman mencapai 30% tahun-ke-tahun membawa tantangan dalam manajemen risiko kredit.
Superbank akan beroperasi di lanskap perbankan digital yang semakin kompetitif. Bank digital lain seperti Bank Jago (ARTO), Bank Neo Commerce (BBYB), dan Allo Bank Indonesia (BBHI) telah lebih dulu hadir. Andrey Wijaya menekankan pentingnya Superbank menjaga standar underwriting yang ketat seiring ekspansi ke segmen ritel dan UMKM. Kualitas portofolio pinjaman akan sangat krusial seiring pertumbuhan aset bank.
Proses IPO didukung oleh beberapa firma sekuritas sebagai joint lead underwriters, termasuk Mandiri Sekuritas, CLSA Sekuritas Indonesia, Trimegah Sekuritas Indonesia, dan Sucor Sekuritas. Bahana Sekuritas dan Korean Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) berperan sebagai penjamin emisi. Tanggal-tanggal penting IPO adalah:
Masuknya Superbank ke pasar modal menandai tonggak penting di sektor perbankan digital Indonesia. Meskipun bank ini menghadapi tantangan terkait profitabilitas dan kompetisi, IPO yang sukses dapat membuka jalan bagi pertumbuhan dan konsolidasi di industri ini.
Superbank IPO
Digital Bank Listing
Capital Raising