Superbank Sets 85% Dividend Payout Ratio Post-IPO, Targets First Dividend in 2029
Back
Back
7
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

Superbank Tetapkan Rasio Dividen 85% Usai IPO, Targetkan Dividen Pertama 2029

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

PT Super Bank Indonesia mengumumkan rasio pembayaran dividen maksimum 85% setelah Initial Public Offering (IPO) yang dijadwalkan pada 17 Desember 2025. Bank digital ini berencana untuk membagikan dividen pertama berdasarkan hasil keuangan 2029, dengan syarat mencapai laba ditahan positif. Kebijakan dividen ini dirancang untuk menyeimbangkan return pemegang saham dengan kebutuhan modal untuk pertumbuhan agresif melalui ekspansi digital dan penyaluran kredit.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Superbank Umumkan Kebijakan Dividen 85% Pasca-IPO

Sorotan Utama Kebijakan Dividen

PT Super Bank Indonesia, sebuah perusahaan perbankan digital, telah berkomitmen untuk menerapkan rasio pembayaran dividen maksimum 85% dari laba bersih tahunan setelah listing di Bursa Efek Indonesia. Manajemen perusahaan menegaskan bahwa pembagian dividen akan dimulai setelah IPO berhasil dan ketika bank mencapai laba ditahan positif. Superbank menargetkan pembayaran dividen pertama berdasarkan hasil keuangan tahun 2029.

Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Dividen

Keputusan untuk membagikan dividen akan dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci, antara lain:

  • Kinerja keuangan perusahaan
  • Persyaratan rasio kecukupan modal minimum (CAR)
  • Kondisi kesehatan bank dan posisi keuangan
  • Kebutuhan modal untuk ekspansi bisnis
  • Ekspektasi pertumbuhan laba
  • Keberlanjutan strategi bisnis
  • Dinamika pasar dan ekonomi
  • Kepentingan pemegang saham

Detail IPO dan Penggunaan Modal

Superbank dijadwalkan go public pada 17 Desember 2025 dengan kode saham SUPA. IPO akan melibatkan penerbitan hingga 4,40 miliar saham baru, mewakili 13% dari total modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Harga penawaran awal diperkirakan antara Rp525 hingga Rp695 per saham, berpotensi mengumpulkan dana antara Rp2,31 triliun hingga Rp3,06 triliun.

Dana hasil IPO akan dialokasikan sebagai berikut:

  • 70% untuk modal kerja guna mendukung penyaluran kredit
  • 30% untuk belanja modal, termasuk pengembangan teknologi dan inisiatif pertumbuhan bisnis

Implikasi Strategis

Kebijakan dividen ini menunjukkan komitmen Superbank untuk menyeimbangkan return pemegang saham dengan tujuan pertumbuhan bisnis. Rasio pembayaran 85% memposisikan Superbank sebagai salah satu bank dengan yield dividen tertinggi di sektor perbankan Indonesia. Strategi pertumbuhan perusahaan mencakup ekspansi agresif dalam layanan perbankan digital dan penyaluran kredit, didukung oleh investasi teknologi yang signifikan.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
11 min
Sources
1 verified
Related Stocks
SUPA

Topics Covered

Dividend PolicyIPODigital BankingFinancial Strategy

Key Events

1

IPO Announcement

2

Dividend Policy Disclosure

3

Capital Raising

Timeline from 1 verified sources