IPO Superbank yang Mencatat Rekor: Awal yang Kuat bagi Sektor Perbankan Digital Indonesia
Permintaan Investor yang Luar Biasa
PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA), yang beroperasi sebagai Superbank, telah membuat gelombang signifikan di pasar keuangan Indonesia dengan penawaran umum perdana saham (IPO) yang oversubscribed 318,69 kali 12. Bank digital ini, didukung oleh pemain ekosistem terkenal Grab dan Emtek Group, melihat permintaan investor melebihi 1 juta order, menyoroti nafsu besar untuk saham perbankan digital berkualitas di pasar Indonesia.
Detail IPO dan Reaksi Pasar
IPO ini dihargai Rp635 per saham, mengumpulkan dana sekitar Rp2,79 triliun melalui penjualan 13% saham perusahaan 3. Hal ini menjadikan IPO Superbank sebagai salah satu yang terbesar di sektor perbankan digital Indonesia. Permintaan yang tinggi telah diinterpretasikan sebagai sinyal positif bagi pasar modal Indonesia, khususnya untuk saham perbankan digital. CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, mencatat bahwa tingkat oversubscription ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap fundamental dan prospek pertumbuhan Superbank 1.
Valuasi dan Perbandingan dengan Pesaing
Harga IPO Rp635 per saham diterjemahkan menjadi rasio price-to-earnings (PE) 913,13 kali (atau 456,56 kali bila disetahunkan) dan price-to-book value (PBV) 3,51 kali 3. Meskipun rasio PE jauh lebih tinggi dari rata-rata saham perbankan digital, PBV-nya relatif kompetitif. Rata-rata PBV bank digital yang sudah listing adalah sekitar 2,78 kali, sementara valuasi Superbank saat IPO mencerminkan PBV sekitar 2,64 kali, menjadikannya titik masuk yang menarik bagi investor 3.
Dampak pada Saham Perbankan Digital yang Sudah Listing
Antisipasi IPO Superbank telah menyebabkan koreksi harga saham bank digital lain yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham seperti PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI), PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB), dan PT Bank Jago Tbk. (ARTO) mengalami penurunan, dengan BBYB turun 5,31%, BBHI 2,93%, dan ARTO 4,95% 5.
Prospek Pertumbuhan dan Rencana Masa Depan
Superbank berencana menggunakan 70% hasil IPO untuk modal kerja guna mendukung ekspansi kredit, sementara 30% sisanya akan dialokasikan untuk belanja modal yang difokuskan pada pengembangan teknologi dan peningkatan operasional 3. Strategi pertumbuhan perusahaan mencakup perluasan ekosistem digital, peningkatan penawaran produk, dan perbaikan infrastruktur teknologi. IPO yang sukses ini diharapkan menjadi katalis bagi pengembangan sektor perbankan digital Indonesia.
Sumber
- [Bisnis.com - IPO Superbank Oversubscribed](
- [Kontan - IPO Superbank Oversubscribed](
- [Bisnis.com - Rekor Permintaan Saham IPO Superbank](
- [Detik Finance - Superbank IPO Demand](
- [Bisnis.com - Mayoritas Saham Bank Digital Terkoreksi](