Key insights and market outlook
Superbank, yang sebelumnya dikenal sebagai Bank Fama International, sedang mempersiapkan penawaran umum perdana (IPO) meskipun memiliki sejarah kerugian besar. Bank digital ini menunjukkan pertumbuhan luar biasa dalam beberapa tahun terakhir, dengan aset yang berkembang 105% menjadi Rp11,40 triliun pada 2024. Setelah mengalami kerugian berturut-turut, Superbank mencapai profitabilitas pada Q1 2025, melaporkan laba bersih sebesar Rp251 juta. Bank ini berencana mengumpulkan hingga Rp3,06 triliun melalui IPO yang dijadwalkan pada 17 Desember 2025, dengan 70% dana dialokasikan untuk modal kerja guna mendukung penyaluran kredit.
Superbank, yang sebelumnya bernama PT Bank Fama International, telah mengalami transformasi signifikan sejak perubahan namanya pada Februari 2023. Bank digital ini sedang mempersiapkan penawaran umum perdana (IPO) meskipun memiliki sejarah kerugian besar di tahun-tahun sebelumnya.
Kinerja keuangan bank menunjukkan gambaran yang beragam:
Strategi pertumbuhan Superbank berfokus pada:
Superbank sedang mempersiapkan IPO pada 17 Desember 2025 dengan kode saham SUPA. Detail penawarannya meliputi:
IPO ini menyajikan peluang menarik bagi investor mengingat:
IPO yang akan datang akan menjadi tonggak penting bagi sektor perbankan digital Indonesia, menunjukkan kepercayaan pasar terhadap model bisnis dan potensi pertumbuhan Superbank.
IPO Preparation
Achievement of Profitability
Significant Asset Growth