Superbank's Path to IPO: From Persistent Losses to Profitability
Back
Back
7
Impact
8
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

Jejak Superbank Menuju IPO: Dari Rugi Berkelanjutan hingga Laba

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Superbank, yang sebelumnya dikenal sebagai Bank Fama International, sedang mempersiapkan penawaran umum perdana (IPO) meskipun memiliki sejarah kerugian besar. Bank digital ini menunjukkan pertumbuhan luar biasa dalam beberapa tahun terakhir, dengan aset yang berkembang 105% menjadi Rp11,40 triliun pada 2024. Setelah mengalami kerugian berturut-turut, Superbank mencapai profitabilitas pada Q1 2025, melaporkan laba bersih sebesar Rp251 juta. Bank ini berencana mengumpulkan hingga Rp3,06 triliun melalui IPO yang dijadwalkan pada 17 Desember 2025, dengan 70% dana dialokasikan untuk modal kerja guna mendukung penyaluran kredit.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Perjalanan Superbank Menuju IPO: Dari Rugi hingga Laba

Transformasi dan Kinerja Keuangan

Superbank, yang sebelumnya bernama PT Bank Fama International, telah mengalami transformasi signifikan sejak perubahan namanya pada Februari 2023. Bank digital ini sedang mempersiapkan penawaran umum perdana (IPO) meskipun memiliki sejarah kerugian besar di tahun-tahun sebelumnya.

Sorotan Keuangan

Kinerja keuangan bank menunjukkan gambaran yang beragam:

  • Rugi bersih: Rp385,10 miliar pada 2023, menurun menjadi Rp366,37 miliar pada 2024
  • Pendapatan bunga: Meningkat 130,2% menjadi Rp743,98 miliar pada 2024
  • Pertumbuhan aset: Total aset berkembang 105% menjadi Rp11,40 triliun pada 2024
  • Profitabilitas tercapai: Laba bersih pertama sebesar Rp251 juta pada Q1 2025

Strategi Ekspansi dan Pertumbuhan

Strategi pertumbuhan Superbank berfokus pada:

  1. Akuisisi nasabah digital
  2. Peningkatan efisiensi operasional
  3. Penyaluran kredit yang prudent
  4. Produk keuangan inovatif seperti Saku by Superbank dan Celengan by Superbank

Indikator Kinerja Utama

  • Penyaluran kredit tumbuh 144,53% YoY menjadi Rp7,6 triliun pada Maret 2025
  • Total aset mencapai Rp14,04 triliun, meningkat 125%
  • Pendapatan bunga bersih tumbuh 135,9% YoY menjadi Rp264,06 miliar pada Q1 2025
  • Profitabilitas berlanjut di kuartal berikutnya: Rp20,1 miliar pada H1 2025 dan Rp60,12 miliar pada Q3 2025

Rencana IPO dan Pemanfaatan Dana

Superbank sedang mempersiapkan IPO pada 17 Desember 2025 dengan kode saham SUPA. Detail penawarannya meliputi:

  • Maksimal 4,40 miliar saham baru yang akan diterbitkan
  • Rentang harga: Rp525 hingga Rp695 per saham
  • Target penggalangan dana: Hingga Rp3,06 triliun
  • Alokasi dana: 70% untuk modal kerja guna mendukung penyaluran kredit
  • Sisa 30% untuk belanja modal, termasuk pengembangan teknologi

Perspektif Investor

IPO ini menyajikan peluang menarik bagi investor mengingat:

  1. Trajektori pertumbuhan cepat Superbank
  2. Dukungan strategis dari investor seperti Emtek Group, Grab, dan KakaoBank
  3. Inovasi perbankan digital
  4. Pencapaian profitabilitas terkini

IPO yang akan datang akan menjadi tonggak penting bagi sektor perbankan digital Indonesia, menunjukkan kepercayaan pasar terhadap model bisnis dan potensi pertumbuhan Superbank.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
12 min
Sources
1 verified
Related Stocks
SUPA

Topics Covered

Digital BankingIPO PreparationFinancial Performance

Key Events

1

IPO Preparation

2

Achievement of Profitability

3

Significant Asset Growth

Timeline from 1 verified sources