Key insights and market outlook
Saham Superbank (SUPA) melonjak 24,87% ke Rp1.230 setelah penawaran umum perdana (IPO) yang sukses. Saham tersebut mencapai batas atas auto reject (ARA) pada hari pertama perdagangan, dengan 58,66 juta saham diperdagangkan senilai Rp72,15 miliar. IPO tersebut berhasil mengumpulkan Rp2,79 triliun, yang akan digunakan untuk ekspansi bisnis dan kapabilitas perbankan digital. Kapitalisasi pasar Superbank kini mencapai sekitar Rp41,2 triliun.
Saham Superbank mengalami lonjakan signifikan sebesar 24,87% pada hari pertama perdagangan, ditutup pada level Rp1.230 per saham. Kenaikan substansial ini memicu batas atas auto reject (ARA), yang menunjukkan pergerakan harga maksimum yang diizinkan. Volume perdagangan saham mencapai 58,66 juta saham, dengan total nilai transaksi sebesar Rp72,15 miliar melalui 9.113 kali transaksi.
IPO yang sukses berhasil mengumpulkan Rp2,79 triliun melalui penjualan saham dengan harga Rp635 per saham, mewakili 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan. Dana yang terkumpul akan dialokasikan terutama untuk ekspansi bisnis dan penguatan kapabilitas perbankan digital. Secara spesifik, 70% dari hasil IPO akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung penyaluran kredit, sementara 30% sisanya akan diarahkan untuk belanja modal bagi berbagai aktivitas bisnis, termasuk pengembangan produk, sistem pembayaran digital, infrastruktur TI, peningkatan sistem operasional, investasi AI dan analitik data, serta perbaikan keamanan siber.
Setelah lonjakan harga saham, kapitalisasi pasar Superbank telah mencapai sekitar Rp41,2 triliun. Harga perdagangan rata-rata saham tercatat pada level Rp1.230 per saham, mencerminkan minat investor yang kuat. Respon pasar yang signifikan ini menggarisbawahi kepercayaan terhadap potensi pertumbuhan Superbank dan rencana strategisnya untuk ekspansi perbankan digital.
Kesuksesan IPO Superbank datang ketika bank-bank besar lainnya sedang mempertimbangkan kebijakan dividen mereka. Misalnya, manajemen Bank Mandiri telah mengindikasikan bahwa kemungkinan pembagian dividen interim tetap terbuka, meskipun belum ada rencana spesifik yang diselesaikan. Direktur keuangan Bank Mandiri menekankan bahwa keputusan kebijakan dividen akan dibuat dengan pertimbangan yang cermat terhadap prinsip tata kelola perusahaan.
Successful IPO
Significant Share Price Increase
Digital Banking Expansion Plans