Key insights and market outlook
Meskipun terjadi penurunan 12,2% YoY dalam perjanjian kredit sindikasi menjadi US$ 21,93 miliar hingga akhir November 2025, terdapat tanda-tanda positif dengan semester II/2025 menunjukkan penurunan yang lebih kecil (4,6% YoY) dibandingkan semester I/2025 (6,5% YoY). Hal ini mengindikasikan potensi pemulihan aktivitas kredit sindikasi menjelang akhir tahun.
Pasar kredit sindikasi di Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan menjelang akhir tahun 2025. Berdasarkan data Bloomberg hingga 27 November 2025, total perjanjian kredit sindikasi yang diatur oleh Mandated Lead Arranger mencapai US$ 21,93 miliar, mengalami penurunan 12,2% YoY. Namun, analisis lebih lanjut menunjukkan gambaran yang lebih kompleks tentang kinerja pasar sepanjang tahun.
Data menunjukkan bahwa penyaluran kredit sindikasi pada semester I/2025 mencapai US$ 10,02 miliar, turun 6,5% YoY. Sementara itu, semester II/2025 (hingga November) mencatat US$ 13,59 miliar, dengan penurunan yang lebih kecil, yaitu 4,6% YoY. Mengecilnya penurunan ini mengindikasikan bahwa pasar kredit sindikasi mulai stabil.
Tren perbaikan pada semester II/2025 memberikan optimisme bagi pasar kredit sindikasi. Dengan bank-bank besar yang terus mengarranger transaksi besar, aktivitas keseluruhan diharapkan tetap kuat meskipun terjadi penurunan pada awal tahun. Pemulihan bertahap ini menunjukkan bahwa kebutuhan pembiayaan korporasi tetap terpenuhi melalui kredit sindikasi, mempertahankan pentingnya produk ini dalam lanskap keuangan Indonesia.
Syndicated Loan Recovery Trend
Corporate Financing Activity