Taiwan PM Rejects 'Return to China' Concept After Xi's Sovereignty Claim
Back
Back
4
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

PM Taiwan Tolak Konsep 'Kembali ke China' Setelah Klaim Kedaulatan Xi

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Perdana Menteri Taiwan Cho Jung-tai menolak keras konsep 'kembali' ke China setelah Presiden Xi Jinping mengklaim kedaulatan atas Taiwan dalam panggilan telepon dengan Presiden AS Donald Trump. Cho menekankan bahwa Taiwan adalah negara berdaulat dan independen, terpisah dari ikatan historisnya dengan China setelah Perang Dunia II.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Taiwan Menolak Klaim Kedaulatan China Setelah Percakapan Xi-Trump

Konteks Historis dan Posisi Saat Ini

Perdana Menteri Taiwan Cho Jung-tai telah menegaskan bahwa konsep Taiwan 'kembali' ke China bukanlah suatu opsi. Pernyataan ini muncul setelah Presiden China Xi Jinping menguatkan klaim kedaulatannya atas Taiwan dalam percakapan telepon dengan Presiden AS Donald Trump. Xi menekankan bahwa 'kembalinya' Taiwan ke China setelah Perang Dunia II adalah bagian penting dari visi Beijing terhadap tatanan dunia.

Penegasan Kedaulatan Taiwan

Cho menanggapi dengan menyatakan bahwa Taiwan adalah negara yang sepenuhnya berdaulat dan independen. Ia menyoroti perbedaan antara status Taiwan saat ini dan hubungannya dengan China setelah Jepang menyerah pada 1945. Sikap pemerintah Taiwan ini menggarisbawahi komitmennya untuk mempertahankan kemerdekaannya di tengah tekanan diplomatik dari Beijing.

Implikasi Pernyataan Xi

Komentar Xi selama percakapan dengan Trump dipandang sebagai upaya untuk mengukuhkan narasi historis China mengenai Taiwan. Dengan merujuk pada periode pasca-PDII, Xi berupaya melegitimasi klaim China atas pulau tersebut. Namun, respons Cho menunjukkan tekad Taiwan untuk menolak klaim tersebut dan mempertahankan struktur pemerintahan demokratisnya.

Reaksi Regional dan Global

Pertukaran antara Xi dan Trump, diikuti pernyataan Cho, memiliki implikasi signifikan bagi geopolitik regional. Hal ini menyoroti tensi yang terus berlanjut antara China, Taiwan, dan Amerika Serikat, terutama dalam menavigasi hubungan diplomatik dan strategis di kawasan Asia-Pasifik.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
9 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Geopolitik TaiwanHubungan China-TaiwanDiplomasi Internasional

Key Events

Timeline from 1 verified sources