Key insights and market outlook
Ketegangan politik antara pemerintah Taiwan dan parlemen yang dikuasai oposisi berpotensi menimbulkan ketidakpastian kebijakan fiskal, yang dapat berdampak pada kredibilitas Taiwan di mata global. Presiden Lai Ching-te meminta parlemen menarik sejumlah undang-undang yang ditentang pemerintah, dengan alasan menjaga keberlanjutan fiskal dan daya saing ekonomi nasional. Kini, deadlock politik terjadi karena Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa kehilangan mayoritas parlemen kepada oposisi Partai Kuomintang (KMT) dan Partai Rakyat Taiwan.
Lanskap politik Taiwan menjadi semakin kompleks setelah pemilihan presiden 2024. Meskipun Partai Progresif Demokratik (DPP) berhasil memenangkan kepresidenan dengan Lai Ching-te sebagai presiden, mereka kehilangan kontrol mayoritas di parlemen ke partai oposisi - Kuomintang (KMT) dan Partai Rakyat Taiwan. Pergeseran dinamika kekuasaan ini telah menyebabkan tantangan legislatif yang signifikan bagi pemerintahan saat ini.
Kebijakan Fiskal dan Alokasi Anggaran Parlemen yang dikuasai oposisi telah mendorong agenda legislatif mereka, termasuk amendemen undang-undang pembagian pendapatan yang disahkan pada November. Amendemen ini menuai kontroversi karena meningkatkan alokasi dana ke pemerintah daerah, sebuah langkah yang menurut pemerintahan saat ini dapat membebani keuangan negara. Pemerintah sangat khawatir ketika alokasi baru ini dipertimbangkan bersama potensi pembatalan reformasi pensiun 2018.
Kebuntuan Legislatif Presiden Lai Ching-te telah mendesak parlemen untuk menarik beberapa undang-undang yang ditentang pemerintah, menekankan perlunya menjaga keberlanjutan fiskal dan melindungi daya saing ekonomi negara. Seruan ini muncul di tengah kekhawatiran meningkat tentang potensi dampak negatif dari kebuntuan politik saat ini terhadap standing global Taiwan dan kepercayaan investor.
Perdana Menteri Cho Jung-tai tegas dalam menentang undang-undang baru mengenai pendanaan pemerintah daerah, menyebutnya sebagai tidak berkelanjutan secara fiskal. Posisi pemerintah menyoroti meningkatnya ketegangan antara menjaga janji politik dan mengelola tanggung jawab fiskal. Ketika situasi terus berkembang, investor memantau perkembangan dengan cermat, menyadari bahwa ketidakpastian politik yang berkepanjangan dapat memiliki implikasi signifikan bagi stabilitas ekonomi dan prospek pertumbuhan Taiwan.
Kebuntuan politik saat ini di Taiwan menjadi pengingat penting bagaimana dinamika politik domestik dapat memiliki konsekuensi jauh ke fiskal dan persepsi pasar internasional.
Taiwan Political Stalemate
Fiscal Policy Uncertainty
Legislative Conflict