Key insights and market outlook
Taiwan mempertahankan status siaga tinggi pada 31 Desember 2025, setelah China menggelar latihan militer besar-besaran di sekitar pulau tersebut pada 30 Desember 2025. Latihan yang dijuluki 'Justice Mission 2025' ini melibatkan puluhan roket yang ditembakkan ke arah perairan Taiwan, serta pengerahan banyak kapal perang dan pesawat tempur. Meski kapal-kapal China telah mulai mundur, pusat tanggap darurat maritim Taiwan tetap beroperasi untuk memantau pergerakan lebih lanjut.
Taiwan tetap dalam status siaga tinggi pada 31 Desember 2025, sehari setelah China melakukan latihan militer besar-besaran di sekitar pulau tersebut. Latihan yang diberi nama 'Justice Mission 2025' ini mencakup peluncuran puluhan roket ke perairan dekat Taiwan, serta pengerahan banyak kapal perang dan pesawat tempur. Aktivitas militer ini menuai perhatian internasional yang signifikan dan kritik dari sekutu Barat, yang memandang tindakan tersebut sebagai potensi ancaman terhadap stabilitas regional.
Meski kapal-kapal perang China telah mulai mundur dari area tersebut, Penjaga Pantai Taiwan dan pusat tanggap darurat maritim tetap beroperasi dengan kesiapsiagaan tinggi. Pusat ini tetap beroperasi penuh untuk memantau pergerakan kapal China lebih lanjut. Keputusan Taiwan untuk mempertahankan tingkat kewaspadaan yang tinggi mencerminkan tensi yang terus berlanjut antara Taiwan dan China, dengan perhatian khusus pada potensi tindakan militer di masa depan.
Komunitas internasional, terutama sekutu Barat, telah mengungkapkan keprihatinan atas latihan militer China. Negara-negara ini memandang latihan tersebut sebagai berpotensi mengganggu stabilitas regional dan menyerukan agar semua pihak yang terlibat untuk menahan diri. Situasi tetap dinamis, dengan pemantauan terus menerus oleh pemangku kepentingan regional dan global.