Key insights and market outlook
Presiden Taiwan Lai Ching-te memperingatkan bahwa latihan militer China di sekitar Taiwan merupakan bagian dari pola yang lebih besar yang mengancam stabilitas regional. Latihan yang dijuluki 'Justice Mission 2025' ini termasuk penembakan 27 roket uji, beberapa di antaranya jatuh dalam zona tambahan 24 mil laut Taiwan. Militer Taiwan merespons dengan cepat, menunjukkan kemampuan reaksi cepat dan taktik fleksibel.
Presiden Taiwan Lai Ching-te memperingatkan bahwa latihan militer China baru-baru ini di sekitar Taiwan bukan insiden terisolasi, melainkan bagian dari pola yang lebih luas yang mengancam stabilitas regional. Latihan yang secara resmi disebut 'Justice Mission 2025' ini dilakukan oleh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China dan mencakup aktivitas militer signifikan.
Selama latihan, PLA menembakkan 27 roket uji, dengan beberapa mendarat di dalam zona tambahan 24 mil laut Taiwan. Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan mendeteksi 77 sorti pesawat militer PLA dan 17 kapal perang China beroperasi di sekitar Taiwan. Sebagai respons, angkatan bersenjata Taiwan menunjukkan kemampuan reaksi cepat, taktik fleksibel, dan kesiapsiagaan menghadapi potensi blokade.
Latihan militer ini telah menarik perhatian dan keprihatinan internasional. Presiden Lai menekankan bahwa ekspansi otoriter China dan tekanan militer telah menciptakan ketidakpastian dan risiko signifikan bagi stabilitas regional, berdampak pada pelayaran global, perdagangan, dan perdamaian. Latihan ini dimulai pada Senin dan berlanjut hingga Selasa, meski mendapat kritik internasional.
Kapten Senior PLA Li Xi dari Komando Teater Timur menyatakan bahwa latihan 'Justice Mission 2025' berhasil diselesaikan, sepenuhnya menguji kemampuan operasi gabungan terpadu China. Taiwan tetap waspada, mempertahankan kehadiran militer kuat sebagai respons terhadap tindakan China.