Key insights and market outlook
Sebuah koperasi pengelola sampah di Tangerang Selatan (Tangsel) menghasilkan Rp1,2 miliar per bulan dengan mendaur ulang botol plastik. Koperasi ini, yang dikenal sebagai Koperasi Pemulung Berdaya atau Recycle Business Unit (RBU), mengolah 6 ton sampah plastik setiap hari. Operasional mereka meliputi penyortiran, penghancuran, dan pemadatan botol plastik menjadi bahan daur ulang yang kemudian dijual. Inisiatif ini menunjukkan model ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah yang sukses di Indonesia.
Terletak di dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Tangerang Selatan, Koperasi Pemulung Berdaya (RBU) telah mengembangkan model bisnis yang berkembang pesat dengan fokus pada daur ulang sampah plastik. Koperasi ini mengolah 6 ton botol plastik setiap hari, menghasilkan pendapatan bulanan yang signifikan sebesar Rp1,2 miliar. Inisiatif ekonomi sirkular ini tidak hanya menciptakan nilai ekonomi tapi juga berkontribusi besar pada keberlanjutan lingkungan.
Operasional koperasi ini meliputi beberapa tahap pengolahan:
Koperasi ini menciptakan kesempatan kerja bagi penduduk lokal, termasuk pemulung dan pekerja pabrik pengolahan. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana pengelolaan sampah yang efektif dapat diubah menjadi aktivitas ekonomi yang berkelanjutan, memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat lokal.
Dengan pendapatan bulanan mencapai Rp1,2 miliar, koperasi ini menunjukkan potensi pengelolaan sampah sebagai sektor ekonomi yang signifikan. Pendapatan kotor tahunan melebihi Rp14 miliar, menjadikan model ini sebagai solusi yang dapat diskalakan untuk wilayah lain yang menghadapi tantangan pengelolaan sampah serupa.
Rp1.2 Billion Monthly Revenue Achievement
6 Tons Daily Plastic Processing Capacity