Telecom Sector Faces Intense Competition: Analysts Recommend Key Stocks
Back
Back
7
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 14
Sources3 verified

Sektor Telekomunikasi Hadapi Persaingan Ketat: Analis Rekomendasikan Saham Unggulan

Tim Editorial AnalisaHub·14 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Sektor telekomunikasi Indonesia diproyeksikan tetap sangat kompetitif, dengan persaingan harga dan upaya meningkatkan Rata-rata Pendapatan Per Pengguna (ARPU) terus membentuk lanskap industri. Analis BRI Danareksa Sekuritas tetap optimis terhadap prospek sektor ini untuk awal tahun depan, didorong oleh pemulihan harga dan momentum monetisasi jaringan. Pemain kunci seperti PT Indosat Tbk (ISAT), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) siap menghadapi berbagai katalis pertumbuhan.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Analisis Sektor Telekomunikasi: Persaingan dan Prospek Pertumbuhan

Persaingan Meningkat di Pasar Telekomunikasi Indonesia

Industri telekomunikasi Indonesia bersiap menghadapi persaingan yang terus meningkat, dengan perang harga dan upaya meningkatkan Rata-rata Pendapatan Per Pengguna (ARPU) tetap menjadi tantangan utama 1

. Meskipun ada tekanan persaingan, analis BRI Danareksa Sekuritas tetap optimis terhadap sektor ini untuk awal tahun depan, dengan menyebutkan potensi katalis seperti pemulihan harga dan monetisasi jaringan setelah konsolidasi operator besar 2.

Pemain Kunci dan Prospek Pertumbuhan

  1. PT Indosat Tbk (ISAT): Perusahaan ini telah memasuki fase perbaikan harga yang kuat dengan kenaikan yield signifikan pada paket IM3 dan Hutch 2. ISAT juga berkolaborasi dengan Qualcomm untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi jaringan melalui solusi berbasis AI 1.
  2. PT XL Axiata Tbk (EXCL): EXCL berada dalam fase pasca-integrasi jaringan yang telah meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan, berpotensi mendukung pertumbuhan EBITDA dua digit di 2026-2027 2.
  3. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): TLKM diharapkan mendapat manfaat dari katalis valuasi termasuk pemisahan aset fiber dan rencana masuknya mitra strategis di tahun 2026 2.

Sorotan Kinerja Keuangan

ISAT melaporkan total pendapatan Rp 41,16 triliun untuk Januari-September 2025, turun 1,55% year-on-year karena penurunan pendapatan seluler dan telekomunikasi tetap 1

. Meskipun demikian, kolaborasi perusahaan dengan Qualcomm diharapkan dapat mengoptimalkan operasi jaringan dan mengurangi biaya.

Prospek Sektor

Prospek sektor telekomunikasi terlihat positif meskipun persaingan ketat, didorong oleh manfaat konsolidasi dan kemajuan teknologi. Analis merekomendasikan untuk memantau perkembangan kunci dalam tren harga dan strategi monetisasi jaringan di seluruh operator besar.

Sumber

  1. [Kontan - Persaingan Tarif Ketat](
  2. [Kontan - Intip Rekomendasi Saham](
  3. [Kontan - Persaingan Bisnis Semakin Tinggi](
Original Sources

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
12 min
Sources
3 verified

Topics Covered

Telecom CompetitionARPU GrowthTelecom Stocks

Key Events

1

Price Competition Intensification

2

Network Monetization Strategies

3

Telecom Sector Consolidation

Timeline from 3 verified sources