Key insights and market outlook
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Indosat Tbk (ISAT) merestrukturisasi aset fiber optik untuk mengoptimalkan operasional. Telkom telah memisahkan bisnis wholesale fiber connectivity-nya ke Infranexia, dengan nilai Rp 35,3 triliun, sementara Indosat berencana memisahkan aset fiber optiknya menjadi FiberCo, senilai Rp 14,6 triliun. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan menarik investasi.
Dalam langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Indosat Tbk (ISAT) merestrukturisasi aset fiber optik. Telkom telah menandatangani perjanjian untuk memisahkan bisnis wholesale fiber connectivity-nya ke Infranexia, dengan nilai Rp 35,3 triliun. Ini merupakan 50% dari total aset fiber optik yang akan dikelola oleh Infranexia, dengan rencana untuk mencapai nilai total Rp 90 triliun.
Sementara itu, Indosat berencana memisahkan aset fiber optiknya menjadi entitas baru bernama FiberCo, dengan nilai estimasi Rp 14,6 triliun. Inisiatif ini telah menarik investasi yang signifikan, dengan Arsari Group dan Northstar mengkonfirmasi partisipasi mereka.
Upaya restrukturisasi ini diharapkan memiliki dampak positif pada kinerja keuangan perusahaan dan daya tarik bagi investor. Dengan mengoptimalkan aset fiber optik, Telkom dan Indosat bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bersaing di sektor telekomunikasi dan mempersiapkan diri untuk kesempatan pertumbuhan di masa depan.
Restrukturisasi Aset Fiber Optik Telkom
Pembentukan FiberCo Indosat