Key insights and market outlook
PT Telkom Indonesia (TLKM) telah menyelesaikan tahap pertama pemisahan bisnis konektivitas fiber wholesale ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) dengan nilai aset Rp 35,3 triliun 1
PT Telkom Indonesia (TLKM) telah resmi menyelesaikan tahap pertama pemisahan bisnis konektivitas fiber wholesale ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) pada 18 Desember 2025 1
Spin-off ini merupakan bagian dari strategi Telkom untuk meningkatkan posisinya di segmen konektivitas fiber, di mana saat ini perusahaan memiliki pangsa pasar sebesar 16%. Telkom menargetkan peningkatan pangsa pasar menjadi di atas 25% melalui efisiensi dan peningkatan daya saing yang dimungkinkan oleh spin-off 1
Pembentukan InfraNexia sebagai entitas khusus untuk konektivitas fiber wholesale diharapkan dapat membuka nilai signifikan bagi Telkom. Total nilai aset:** InfraNexia diperkirakan mencapai Rp 90 triliun setelah proses spin-off selesai, dengan tahap pertama sudah mencapai Rp 35,3 triliun 2
Pihak manajemen Telkom menyatakan bahwa saat ini belum ada rencana definitif untuk membawa InfraNexia ke bursa melalui IPO, namun opsi ini tetap terbuka untuk dipertimbangkan di masa depan setelah proses spin-off selesai 1
Aksi korporasi ini sejalan dengan rencana strategis Telkom 'Telekom 30', yang berfokus pada transformasi perusahaan melalui excellence bisnis, optimalisasi aset strategis, dan penguatan portofolio. Spin-off ini diharapkan meningkatkan efisiensi operasional, transparansi model bisnis, dan memperkuat posisi Telkom Grup sebagai enabler ekosistem digital nasional 3
Pembentukan InfraNexia diperkirakan berdampak positif bagi industri telekomunikasi nasional dengan mendorong pengelolaan infrastruktur yang lebih efisien dan berpotensi menarik kemitraan strategis. Dengan terus berkembangnya ekonomi digital, langkah ini memposisikan Telkom untuk lebih baik memanfaatkan peluang yang muncul di pasar konektivitas fiber.
Spin-off Aset Fiber Telkom
Pembentukan InfraNexia
Strategi Telekom 30