Key insights and market outlook
PT Telkom Indonesia (TLKM) melaporkan penurunan pendapatan 2,31% YoY menjadi Rp 109,61 triliun dan laba bersih turun 10,69% YoY menjadi Rp 15,78 triliun untuk periode Januari-September 2025. Meskipun menghadapi tantangan, Rata-rata Pendapatan per Pengguna (ARPU) dipandang sebagai katalis potensial untuk kinerja di masa depan. Basis pelanggan Telkomsel tetap stabil di 157,6 juta, sementara pelanggan IndiHome B2C tumbuh 9,4% YoY menjadi 10,3 juta.
PT Telkom Indonesia (TLKM), perusahaan telekomunikasi milik negara, melaporkan hasil keuangan yang beragam untuk sembilan bulan pertama tahun 2025. Perusahaan mencatat total pendapatan sebesar Rp 109,61 triliun, yang mewakili penurunan 2,31% year-on-year. Penurunan ini disertai dengan penurunan laba bersih yang lebih signifikan, yaitu turun 10,69% YoY menjadi Rp 15,78 triliun.
Meskipun menghadapi tantangan keuangan, Telkom mempertahankan kehadiran pasar yang kuat melalui metrik operasional yang stabil. Telkomsel, anak perusahaan seluler Telkom, mempertahankan basis pelanggan yang substansial sebesar 157,6 juta pelanggan. Di segmen broadband fixed-line, pelanggan IndiHome B2C menunjukkan pertumbuhan yang kuat, meningkat 9,4% YoY menjadi 10,3 juta pelanggan. Pertumbuhan pelanggan IndiHome ini menjadi catatan positif di tengah penurunan pendapatan secara keseluruhan.
Analis Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas menyoroti bahwa meskipun jumlah pelanggan tetap kuat, Rata-rata Pendapatan per Pengguna (ARPU) terus menghadapi tekanan. Penurunan ARPU yang terus berlanjut disebabkan oleh monetisasi broadband yang lebih lambat dan harga yang kompetitif di pasar. Meskipun ada tantangan ini, ARPU diidentifikasi sebagai katalis potensial untuk kinerja Telkom di masa depan, karena perbaikan metrik ini dapat berdampak signifikan pada lintasan pendapatan perusahaan.
Sektor telekomunikasi tetap kompetitif, dengan tekanan harga yang mempengaruhi arus pendapatan. Namun, infrastruktur kuat dan basis pelanggan Telkom memberikan fondasi untuk pemulihan potensial. Analis memantau tren ARPU dan kemampuan perusahaan untuk meningkatkan pendapatan per pengguna melalui inisiatif strategis dan penawaran layanan.
Revenue Decline in 9M 2025
Net Profit Decrease
Subscriber Base Stability