Back
1
Impact
1
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 6
Sources1 verified

Thailand Hapus Tarif Jagung AS, Impor 1 Juta Ton Tanpa Tarif

Tim Editorial AnalisaHub·6 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Thailand telah sepakat untuk menghapus tarif impor jagung AS dan akan mengimpor 1 juta ton jagung tanpa tarif dari Februari hingga Juni 2026, meningkat tajam dari kuota tahunan sebelumnya yang hanya 54.700 ton dengan tarif 20% 1

. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat hubungan dagang dengan AS sambil melakukan langkah-langkah untuk melindungi petani lokal, termasuk kewajiban bagi importir untuk membeli tiga bagian jagung lokal untuk setiap satu bagian impor.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Thailand Menghapus Tarif Jagung AS, Tingkatkan Impor Jadi 1 Juta Ton

Memperkuat Hubungan Dagang dengan AS

Dalam perkembangan perdagangan yang signifikan, Thailand telah sepakat untuk menghapus tarif impor jagung dari Amerika Serikat sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat hubungan dagang bilateral. Perjanjian ini, yang diumumkan oleh juru bicara pemerintah Thailand Siripong Angkasakulkiat, melibatkan impor 1 juta ton jagung AS tanpa tarif antara Februari dan Juni 2026. Ini merupakan peningkatan substansial dari kuota tahunan sebelumnya yang hanya 54.700 ton dengan tarif 20%.

Melindungi Petani Lokal di Tengah Peningkatan Impor

Untuk mengurangi dampak pada petani lokal, pemerintah Thailand telah menerapkan langkah-langkah protektif. Importir diwajibkan untuk membeli tiga bagian jagung lokal untuk setiap satu bagian yang diimpor. Selain itu, jendela waktu impor dibatasi hanya lima bulan untuk mencegah kelebihan pasokan dan tekanan turun pada harga jagung domestik. Siripong menekankan bahwa langkah-langkah ini dirancang untuk menyeimbangkan kebutuhan perluasan perdagangan internasional dengan perlindungan sektor pertanian Thailand, yang merupakan komponen penting dari ekonomi negara.

Implikasi Perdagangan yang Lebih Luas

Keputusan tentang impor jagung ini merupakan bagian dari negosiasi perdagangan yang lebih besar antara Thailand dan AS. Kabinet Thailand juga telah menyetujui impor bungkil kedelai untuk periode 2026-2028 dengan tarif yang dikurangi menjadi 2%. Langkah-langkah ini mencerminkan upaya Thailand untuk menavigasi kebijakan perdagangannya antara memperluas peluang perdagangan internasional dan menjaga kepentingan pertanian domestik. Konsumsi jagung tahunan Thailand mencapai sekitar 9 juta ton, dengan kebutuhan impor berkisar antara 4 hingga 5 juta ton.

Kesimpulan

Keputusan Thailand untuk meningkatkan impor jagung dari AS tanpa tarif menandai perkembangan signifikan dalam hubungan dagang antara kedua negara. Sementara ini menghadirkan peluang bagi bisnis dan konsumen Thailand, pemerintah tetap berkomitmen untuk melindungi petani lokal melalui ketentuan yang ketat bagi importir. Pendekatan yang seimbang ini menunjukkan pengelolaan strategis Thailand terhadap kebijakan perdagangan pertaniannya.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
11 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Trade AgreementAgricultural ImportsTariff Policy

Key Events

1

Tariff Removal on US Corn

2

Increased Corn Import Quota

3

Trade Agreement with US

Timeline from 1 verified sources