Key insights and market outlook
Bank sentral Thailand telah mengambil langkah intervensi agresif untuk menahan apresiasi baht yang tajam setelah mencapai level tertinggi terhadap dolar AS dalam lebih dari empat tahun. Penguatan 10,3% sepanjang tahun ini menjadikan baht sebagai mata uang kedua terbaik di Asia. Gubernur Vitai Ratanakorn menyatakan bahwa meskipun intervensi telah mengurangi volatilitas, upaya tersebut belum sepenuhnya menstabilkan mata uang. Apresiasi baht menimbulkan tantangan bagi perekonomian Thailand di tengah ketegangan perdagangan dengan AS, utang rumah tangga yang tinggi, dan pemilu yang akan datang.
Bank sentral Thailand telah menerapkan langkah-langkah agresif untuk mengelola apresiasi tajam baht setelah mata uang tersebut melonjak ke level tertinggi terhadap dolar AS dalam lebih dari empat tahun. Baht telah menguat 10,3% sepanjang tahun ini, menjadikannya mata uang kedua terbaik di Asia. Meskipun intervensi ini, upaya bank sentral hanya berhasil mengurangi fluktuasi daripada menstabilkan baht sepenuhnya.
Apresiasi baht menimbulkan tantangan signifikan bagi perekonomian Thailand, yang saat ini menghadapi berbagai tekanan. Tekanan ini mencakup ketegangan perdagangan dengan AS yang meningkat, tingginya tingkat utang rumah tangga, konflik perbatasan dengan Kamboja, dan ketidakpastian politik menjelang pemilu awal Februari. Kombinasi faktor-faktor ini menciptakan lingkungan yang kompleks bagi pengelolaan moneter bank sentral.
Gubernur Vitai Ratanakorn mengungkapkan bahwa bank sentral telah aktif melakukan intervensi di pasar valuta asing, terutama pada paruh kedua tahun ini. Meskipun langkah-langkah ini telah membantu memoderasi volatilitas, upaya tersebut belum cukup untuk sepenuhnya mengendalikan pergerakan baht. Bank sentral tetap waspada, siap mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan untuk menjaga stabilitas mata uang dan mendukung perekonomian secara keseluruhan.
Central Bank Intervention
Currency Appreciation Management
Monetary Policy Response