Thailand's Economy Faces Multiple Challenges Amid Currency Strength and Political Uncertainty
Back
Back
4
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNegativeBullish
PublishedJan 7
Sources2 verified

Ekonomi Thailand Hadapi Tantangan Berlapis di Tengah Penguatan Mata Uang dan Ketidakpastian Politik

Tim Editorial AnalisaHub·7 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Ekonomi Thailand menghadapi tantangan signifikan, termasuk penurunan daya saing dan penguatan mata uang baht, dengan Bank of Thailand mengingatkan potensi dampak negatif terhadap ekspor. Ekonomi juga terbebani oleh utang rumah tangga yang tinggi, tarif perdagangan AS, dan ketidakpastian politik menjelang pemilu Februari. Meski demikian, bank sentral tetap optimis secara hati-hati untuk mencapai pertumbuhan 2.2% di tahun 2025 1

2.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Tantangan Ekonomi Thailand Meningkat di Tengah Penguatan Mata Uang dan Ketidakpastian Politik

Tekanan Berlapis pada Ekonomi Terbesar Kedua di Asia Tenggara

Ekonomi Thailand saat ini menghadapi serangkaian tantangan kompleks yang menguji kemampuan kebijakan Bank of Thailand. Bank sentral telah menyoroti bahwa ekonomi sedang mengalami penurunan daya saing yang telah berlangsung lama, dengan ekspor khususnya rentan terhadap mata uang baht yang kuat dan tarif perdagangan AS 1

.

Penguatan baht yang signifikan - lebih dari 10% terhadap USD dalam setahun terakhir - telah membuat ekspor Thailand kurang kompetitif di pasar global. Kekuatan mata uang ini, dikombinasikan dengan dampak tarif AS yang masih berlangsung, diperkirakan akan terus menekan sektor ekspor yang merupakan komponen penting ekonomi Thailand 1

.

Tantangan Domestik yang Memperparah Tekanan Eksternal

Selain tantangan eksternal, ekonomi Thailand juga bergulat dengan tingginya utang rumah tangga, yang tetap menjadi perhatian bagi stabilitas keuangan. Lanskap politik juga semakin tidak pasti dengan pemilu Februari yang mendekat, menciptakan ketidakpastian ekonomi tambahan 2

.

Situasi inflasi tetap lesu, dengan inflasi utama turun 0,14% di tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, terutama karena harga bahan bakar dan listrik yang lebih rendah. Bank of Thailand mempertahankan sikap hati-hati, mencatat bahwa meskipun ekspektasi inflasi jangka menengah tetap dalam kisaran target 1-3%, ada risiko potensi deflasi 1

.

Respons Kebijakan dan Outlook Pertumbuhan

Meski lingkungan ekonomi menantang, Wakil Gubernur Bank of Thailand Piti Disyatat mengungkapkan optimisme hati-hati bahwa ekonomi akan kembali ke pertumbuhan positif di Q4 2025. Bank sentral mempertahankan pendekatan kebijakan yang hati-hati, menyatakan bahwa meskipun "ruang kebijakan terbatas, itu tidak berarti tidak ada" 1

.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2025 tetap pada 2,2%, target yang bank sentral upayakan untuk dicapai meskipun adanya berbagai tantangan. Kombinasi manajemen kebijakan moneter dan tantangan struktural akan menjadi kunci dalam menentukan arah ekonomi Thailand di tahun mendatang.

Sumber

  1. [Detik Finance](
  2. [Kontan](
Original Sources

Story Info

Published
1 week ago
Read Time
13 min
Sources
2 verified

Topics Covered

Ekonomi ThailandBank of ThailandEkspor ThailandInflasiNilai Tukar BahtUtang Rumah TanggaKetidakpastian Politik

Key Events

1

Peringatan Bank Sentral Thailand tentang Penurunan Daya Saing

2

Penguatan Mata Uang Baht

3

Tarif Perdagangan AS

4

Pemilu Thailand 2026

Timeline from 2 verified sources