Key insights and market outlook
PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) mengalihkan fokus bisnisnya dari produksi kayu lapis ke layanan angkutan laut dengan mengoperasikan 20 armada untuk meningkatkan efisiensi operasional. Perseroan mencatat pendapatan pertama dari lini bisnis baru ini pada Oktober sebesar Rp 2,54 miliar. Perubahan strategi ini mengikuti pergeseran kepemilikan dan strategi bisnis, memposisikan perusahaan untuk pertumbuhan di sektor pelayaran.
PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT), yang sebelumnya beroperasi di industri kayu lapis, telah berhasil mengalihkan fokus bisnisnya ke jasa angkutan laut. Perseroan kini mengoperasikan 20 armada, menandai langkah signifikan dalam arah bisnis baru ini. Perubahan strategi ini didorong oleh pergeseran kepemilikan dan strategi bisnis, memungkinkan perusahaan untuk mengeksplorasi peluang pertumbuhan baru di sektor pelayaran.
Selama sembilan bulan pertama tahun ini, perusahaan masih beroperasi di bawah model bisnis lama, sehingga belum ada pendapatan yang tercatat dari operasi baru. Namun, pada Oktober, Tirta Mahakam Resources mulai menghasilkan pendapatan dari jasa angkutan laut, mencatat Rp 2,54 miliar. Ini menandai dampak finansial awal dari upaya transformasi perusahaan.
Manajemen perusahaan, yang dipimpin oleh Direktur Utama Tham Arvin Setyanto, menekankan pentingnya transformasi ini dalam memastikan efisiensi operasional dan keberlanjutan jangka panjang perusahaan. Dengan fokus pada angkutan laut, Tirta Mahakam Resources bertujuan untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan di industri pelayaran Indonesia. Implementasi strategi bisnis baru ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pendapatan di masa depan dan meningkatkan posisi pasar perusahaan.
Business Transformation Completion
Revenue Generation from New Business Line