Key insights and market outlook
PT Asuransi Tokio Marine Indonesia melaporkan penurunan premi dan klaim asuransi kecelakaan diri di kuartal III/2025, seiring dengan perlambatan industri. Premi turun 7,3% YoY sementara klaim menurun 34,8% YoY. Perusahaan mengaitkan hal ini dengan perlambatan ekonomi dan pergeseran preferensi konsumen ke produk asuransi yang lebih komprehensif. Meski demikian, Tokio Marine tetap optimis prospek stabil hingga akhir tahun karena meningkatnya mobilitas dan kebutuhan proteksi.
PT Asuransi Tokio Marine Indonesia mencatat penurunan signifikan pada premi dan klaim asuransi kecelakaan diri hingga kuartal III/2025. Presiden Direktur Tokio Marine Indonesia, Sancoyo Setiabudi, menyatakan bahwa tren ini sejalan dengan perlambatan industri secara keseluruhan. Menurut data dari Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), premi asuransi kecelakaan diri turun 7,3% year-on-year (YoY) menjadi Rp2,05 triliun, sementara klaim menurun 34,8% YoY menjadi Rp279 miliar.
Penurunan premi asuransi kecelakaan diri kemungkinan disebabkan oleh perlambatan ekonomi dan perubahan preferensi konsumen. Banyak nasabah kini memilih produk asuransi yang lebih komprehensif seperti asuransi kesehatan dan proteksi penyakit kritis. Sancoyo Setiabudi menjelaskan bahwa pergeseran ini tidak berarti konsumen meninggalkan asuransi kecelakaan diri, melainkan mencari proteksi yang lebih luas. Rasio klaim untuk asuransi kecelakaan diri membaik menjadi 13,6% hingga September 2025, turun dari 19,3% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski menghadapi tantangan saat ini, Tokio Marine Indonesia tetap optimis tentang prospek asuransi kecelakaan diri. Sancoyo menekankan pentingnya produk ini sebagai 'jaring pengaman' bagi individu, terutama mereka yang berada dalam kelompok usia produktif dengan mobilitas tinggi. Perusahaan fokus pada tiga strategi utama: mengembangkan produk mikro yang terjangkau, memastikan proses klaim yang cepat, dan meningkatkan kanal distribusi online melalui optimalisasi website, implementasi digital worksite, dan kemitraan dengan mitra distribusi.
Pengamat asuransi Dedy Kristianto mencatat bahwa prospek asuransi kecelakaan diri tetap stabil meskipun masih tertekan. Dia mengantisipasi kemungkinan sedikit perbaikan di kuartal IV karena meningkatnya mobilitas akhir tahun, namun percaya bahwa pemulihan signifikan akan bergantung pada perbaikan daya beli masyarakat. Dedy juga mengamati bahwa nasabah semakin memilih produk asuransi yang lebih komprehensif, dan penurunan asuransi kecelakaan diri sebagian disebabkan oleh penurunan permintaan produk yang terkait dengan perjalanan, kartu kredit, dan program keanggotaan.
Tokio Marine Indonesia sedang menghadapi perlambatan bisnis asuransi kecelakaan diri dengan menyesuaikan strategi produk dan distribusi. Perusahaan tetap optimis secara hati-hati untuk sisa tahun ini, mengharapkan kinerja stabil yang didorong oleh meningkatnya mobilitas dan kebutuhan proteksi.
Penurunan Premi Asuransi Kecelakaan Diri
Pergeseran Preferensi Konsumen