Key insights and market outlook
Presiden AS Donald Trump telah menghidupkan kembali minat untuk mengakuisisi Greenland, wilayah otonom Denmark, dengan alasan kekhawatiran keamanan nasional. Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen telah dengan tegas menolak segala pembicaraan aneksasi, menekankan hak Greenland untuk menentukan nasib sendiri. Perkembangan ini mengikuti pernyataan kontroversial Trump tentang dominasi AS di Belahan Bumi Barat, sementara Menteri Luar Negeri Marco Rubio secara bersamaan memperingatkan Kuba tentang potensi konsekuensi.
Presiden AS Donald Trump kembali menyatakan minat Amerika Serikat untuk mengakuisisi Greenland, sebuah langkah yang mendapat reaksi keras dari pemerintah Greenland dan Denmark 1
Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen dengan cepat menanggapi pernyataan Trump, menolak keras segala pembicaraan tentang aneksasi. Nielsen menekankan bahwa masa depan Greenland harus ditentukan oleh rakyatnya sendiri, dengan menyatakan, "Ancaman, tekanan, dan pembicaraan tentang aneksasi tidak punya tempat di antara sahabat. Sudah cukup. Tidak ada lagi fantasi tentang aneksasi." 1
Minat baru pada Greenland merupakan bagian dari pola postur agresif pemerintahan Trump di Belahan Bumi Barat. Menteri Luar Negeri Marco Rubio secara bersamaan memperingatkan bahwa Kuba komunis menghadapi "masalah besar", menunjukkan peran AS yang lebih tegas dalam urusan regional 2
Trump membenarkan minatnya pada Greenland dengan menyebut pentingnya secara strategis, terutama terkait dengan kehadiran Rusia dan China di wilayah Arktik. Ia menyatakan bahwa AS "memerlukan Greenland" dan mengklaim bahwa pulau itu "dikepung kapal Rusia dan China" 2
Komunitas internasional mengamati perkembangan ini dengan cermat, terutama mengingat tindakan militer AS baru-baru ini di Venezuela. Pernyataan Trump dan Rubio telah menimbulkan pertanyaan tentang target potensial berikutnya dari kebijakan luar negeri AS di wilayah tersebut.
US Strategic Interest in Greenland
Renewed Annexation Discussion
Regional Tensions Escalation