Key insights and market outlook
Presiden AS Donald Trump telah mengeluarkan peringatan keras kepada Kuba, mengancam untuk menghentikan pasokan minyak dan bantuan keuangan dari Venezuela. Trump menggunakan Truth Social untuk mendesak Kuba melakukan negosiasi dengan Washington sebelum situasi semakin memburuk. Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menolak ancaman Trump, menyatakan bahwa AS tidak memiliki otoritas moral untuk memaksakan perjanjian pada Kuba.
Dalam eskalasi signifikan dari ketegangan diplomatik, Presiden AS Donald Trump mengancam untuk menghentikan pasokan minyak dan bantuan keuangan dari Venezuela ke Kuba. Peringatan ini disampaikan melalui postingan di platform Truth Social milik Trump, di mana dia menyatakan, "Tidak akan ada lagi minyak atau uang yang mengalir ke Kuba, Nol!" 1
Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan dan merupakan kelanjutan dari sikap keras pemerintahannya terhadap Kuba dan Venezuela. Ancaman ini tidak hanya menargetkan pasokan energi Kuba tetapi juga menandakan strategi yang lebih luas untuk mengisolasi kedua negara secara ekonomi.
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel dengan cepat menanggapi ancaman Trump melalui platform X-nya, menolak ultimatum dan menegaskan bahwa AS tidak memiliki otoritas moral untuk menentukan syarat kepada Kuba. Respons ini menunjukkan bahwa Kuba tidak mungkin akan mundur dalam menghadapi tekanan Trump.
Perkembangan ini menandai momen penting dalam perjuangan geopolitik yang sedang berlangsung antara AS dan lawan-lawannya di kawasan. Situasi tetap volatile karena kedua belah pihak tampaknya tidak mau berkompromi.
US Threatens Cuba Economic Support Cutoff
Diplomatic Tensions Escalation