Key insights and market outlook
Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan untuk memblokir ExxonMobil berinvestasi di Venezuela setelah CEO perusahaan tersebut, Darren Woods, menyebut negara itu "tidak layak investasi" selama pertemuan di Gedung Putih. Trump mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap sikap ExxonMobil, menyatakan bahwa dia mungkin "tidak melibatkan" perusahaan tersebut, yang bertentangan dengan dorongannya sebelumnya agar perusahaan minyak berinvestasi $100 miliar di industri minyak Venezuela. Perkembangan ini menciptakan ketidakpastian bagi calon investor dan berdampak pada upaya Venezuela untuk merevitalisasi sektor minyaknya.
Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan untuk mencegah ExxonMobil berinvestasi di Venezuela setelah CEO perusahaan tersebut, Darren Woods, menggambarkan Venezuela sebagai "tidak layak investasi" selama pertemuan di Gedung Putih baru-baru ini 1
Selama pertemuan pada 9 Januari 2026, Darren Woods mengatakan kepada Trump bahwa Venezuela perlu mengubah undang-undangnya sebelum menjadi peluang investasi yang menarik. Respons Trump langsung dan kritis, menyatakan di Air Force One pada 11 Januari 2026, bahwa dia tidak menyukai respons ExxonMobil dan mungkin mencegah mereka terlibat 1
Perkembangan ini menciptakan ketidakpastian signifikan bagi calon investor di sektor minyak Venezuela. Dorongan sebelumnya dari Trump telah meningkatkan harapan untuk investasi besar di industri minyak negara tersebut. Sinyal campuran dari pemerintahan AS dan perusahaan minyak besar seperti ExxonMobil memperumit upaya Venezuela untuk menarik investasi asing yang sangat dibutuhkan.
Berita ini memiliki implikasi langsung bagi ExxonMobil dan Venezuela. Bagi ExxonMobil, ancaman Trump mewakili peluang yang hilang di negara produsen minyak besar. Bagi Venezuela, ini menandakan ketidakpastian lanjutan dalam upaya mereka merevitalisasi industri minyak, yang sangat penting untuk pemulihan ekonomi mereka.
Trump Threatens ExxonMobil Investment Block
ExxonMobil CEO Criticizes Venezuela Investment Climate