Key insights and market outlook
Presiden AS Donald Trump mengancam akan mendukung demonstran Iran jika aparat keamanan menembaki mereka, di tengah meningkatnya kerusuhan yang telah menewaskan beberapa orang. Pernyataan ini muncul setelah AS dan Israel melakukan serangan udara gabungan ke fasilitas nuklir Iran pada Juni 2024. Ketegangan antara AS dan Iran meningkat signifikan setelah aksi militer tersebut. Pejabat tinggi Iran Ali Larijani memperingatkan bahwa campur tangan AS akan membuat seluruh kawasan tidak stabil.
Situasi di Iran telah berubah dramatis dengan terjadinya protes luas di seluruh negeri, yang mengakibatkan beberapa korban jiwa. Sebagai respons terhadap meningkatnya kekerasan, Presiden AS Donald Trump menyatakan di media sosial, "Kami siap siaga dan siap bertindak," mengisyaratkan potensi dukungan AS untuk para demonstran jika aparat keamanan Iran menembaki mereka 1
Pernyataan ini muncul setelah serangkaian aksi militer signifikan di kawasan tersebut. Pada Juni 2024, Amerika Serikat, berkoordinasi dengan Israel, melakukan serangan udara yang menargetkan fasilitas nuklir dan kepemimpinan militer Iran 1
Pejabat tinggi Iran, Ali Larijani, dengan cepat menanggapi komentar Trump, memperingatkan bahwa intervensi AS dalam urusan domestik Iran akan menyebabkan destabilisasi regional. Larijani menekankan dukungan Iran terhadap berbagai kelompok di Lebanon, Irak, dan Yaman, mengisyaratkan potensi tindakan balasan 2
Situasi saat ini menimbulkan keprihatinan signifikan tentang keamanan regional dan potensi konflik lanjutan. Komunitas internasional memantau perkembangan situasi dengan cermat karena kondisi yang masih volatile.
US-Iran Military Tensions Escalation
Potential Regional Conflict