Key insights and market outlook
Presiden AS Donald Trump membuat pernyataan kontroversial bahwa dirinya tidak terikat oleh hukum internasional dan mempertimbangkan tindakan militer terhadap Venezuela dan berpotensi Kolombia. Trump membela tindakannya dengan menyatakan bahwa moralitas pribadinya adalah satu-satunya batasan baginya. Pernyataan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemimpin dunia tentang potensi operasi militer agresif tanpa persetujuan Kongres.
Presiden AS Donald Trump menjadi headline dengan pernyataan kontroversial tentang pendekatannya terhadap hubungan internasional dan tindakan militer. Dalam wawancara baru-baru ini dengan The New York Times di Ruang Oval, Trump menegaskan bahwa dia tidak membutuhkan hukum internasional untuk memandu keputusannya, menyatakan, "Saya tidak akan menyakiti orang." Ini muncul setelah serangkaian langkah agresif termasuk penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan pernyataan berulang kali tentang minat untuk mengambil alih Greenland.
Pemimpin dunia telah mengungkapkan kekhawatiran besar atas kesediaan Trump untuk melakukan operasi militer tanpa persetujuan Kongres. Tindakannya mewakili pengujian signifikan terhadap batas konstitusional di Amerika Serikat, setelah langkah-langkah kontroversial sebelumnya seperti memecat kepala lembaga independen dan menafsirkan ulang Amandemen ke-14. Komunitas internasional tetap waspada saat perkembangan ini terungkap.