Key insights and market outlook
PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) siap menghadapi potensi klaim asuransi besar akibat banjir di Sumatra, terutama yang berdampak pada SPBU Pertamina, aset PLN, dan asuransi kredit pegawai negeri. Direktur Utama Tugure, Teguh Budiman, menyatakan bahwa perusahaan saat ini sedang menilai risiko dan percaya diri dalam kapasitasnya untuk menangani klaim-klaim tersebut. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) juga meyakinkan bahwa dampak banjir terhadap kekuatan finansial industri asuransi umum minimal karena adanya dukungan reasuransi yang kuat.
PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) terus memantau situasi setelah banjir besar melanda beberapa wilayah di Sumatra, termasuk Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sejak akhir November 2025. Direktur Utama Tugure, Teguh Budiman, memastikan bahwa Tugure sedang menilai potensi risiko yang timbul dari bencana ini dan siap menangani klaim asuransi yang mungkin timbul.
Teguh Budiman mengidentifikasi empat area utama yang berpotensi menghasilkan klaim asuransi besar:
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) meyakinkan bahwa bencana alam baru-baru ini tidak akan berdampak signifikan terhadap kekuatan finansial industri asuransi umum. Ketua Umum AAUI, Budi Herawan, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Asuransi Candi Utama, menekankan bahwa dukungan reasuransi industri ini kuat dan terstruktur dengan baik untuk menghadapi kejadian seperti ini.
Teguh Budiman mendukung inisiatif pemerintah untuk mengimplementasikan asuransi bencana wajib, menyoroti potensinya untuk meningkatkan kesadaran risiko. Ia juga menekankan pentingnya perbaikan tata kelola kota dan hutan selain mitigasi risiko melalui asuransi.
Hingga saat ini, Tugure belum menerima klaim formal terkait banjir di Sumatra. Perusahaan masih menunggu laporan dari perusahaan ceding, terutama untuk klaim asuransi kredit pegawai negeri.
Potential Large Insurance Claims
Sumatra Floods 2025
Reinsurance Backup