Key insights and market outlook
Tambang Emas Tujuh Bukit yang dioperasikan oleh PT Bumi Suksesindo (BSI) telah menjadi penggerak ekonomi penting di Banyuwangi, Jawa Timur. Tambang ini telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan negara melalui pajak dan royalti, menciptakan kesempatan kerja lokal, dan mendorong pertumbuhan bisnis lokal melalui UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). BSI telah membayar lebih dari 50% pendapatan pajak Banyuwangi dan mempekerjakan sekitar 3.000 orang, dengan 70% di antaranya penduduk lokal.
Tambang Emas Tujuh Bukit yang dioperasikan oleh PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), telah muncul sebagai penggerak ekonomi penting di Banyuwangi, Jawa Timur. Operasi tambang ini telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal dan nasional melalui berbagai cara.
Tambang ini telah menjadi penyumbang signifikan terhadap pendapatan negara melalui pajak, royalti, dan dividen. Menurut Tom Malik, Head of Corporate Communication MDKA, BSI telah menjadi wajib pajak terbesar di Banyuwangi, menyumbang lebih dari 50% pendapatan pajak daerah. Kontribusi signifikan ini menyoroti pentingnya tambang bagi perekonomian lokal.
Tambang Emas Tujuh Bukit juga telah memberikan dampak besar pada penciptaan lapangan kerja lokal. Tambang ini mempekerjakan sekitar 3.000 orang, dengan sekitar 70% tenaga kerja merupakan penduduk lokal Banyuwangi. Penciptaan lapangan kerja yang signifikan ini tidak hanya meningkatkan taraf hidup keluarga lokal tetapi juga merangsang aktivitas ekonomi lokal.
Kehadiran tambang juga telah mendorong pertumbuhan bisnis lokal, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pada tahun 2024, sekitar 100 UMKM lokal dari Banyuwangi terlibat dalam mendukung operasi tambang, dengan total nilai kontrak hampir Rp 150 miliar. Dukungan ini meliputi berbagai layanan seperti penyediaan tenaga kerja, makanan, akomodasi, dan transportasi, menunjukkan efek positif trickle-down tambang terhadap perekonomian lokal.
BSI mengoperasikan Tambang Emas Tujuh Bukit di bawah Izin Usaha Pertambangan Operasi dan Produksi sejak 2012. Tambang ini memulai operasinya pada 2016 dan memproduksi emas pertama pada awal 2017. Tambang ini ditetapkan sebagai Objek Vital Nasional pada 2016 karena sumber daya mineralnya yang strategis.
Operasi tambang juga disertai dengan berbagai Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau program Corporate Social Responsibility (CSR). Inisiatif ini bertujuan untuk lebih memberikan manfaat bagi masyarakat lokal dan mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.
Tambang Emas Tujuh Bukit menjadi contoh utama bagaimana operasi pertambangan yang terkelola dengan baik dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan kesempatan kerja, dan mendukung bisnis lokal di suatu wilayah.
Significant Tax Contribution
Local Employment Generation
UMKM Support