Key insights and market outlook
Turkish Airlines berencana membangun terminal kargo dan fasilitas katering dalam penerbangan terbesar di dunia dengan investasi Rp 38,8 triliun. Proyek ini diharapkan menciptakan 26.000 lapangan kerja baru dan merupakan bagian dari rencana ekspansi maskapai, yang mencakup peningkatan armada menjadi 813 pesawat pada tahun 2033.
Turkish Airlines telah mengumumkan rencana untuk membangun terminal kargo dan fasilitas katering dalam penerbangan terbesar di dunia dengan investasi masif sebesar 100 miliar Lira Turki, setara dengan sekitar Rp 38,8 triliun. Perkembangan signifikan ini diharapkan menciptakan 26.000 kesempatan kerja baru sebagai bagian dari strategi ekspansi ambisius maskapai.
Investasi ini merupakan bagian dari rencana pertumbuhan Turkish Airlines yang lebih luas, termasuk memperluas armada mereka menjadi 813 pesawat pada tahun 2033, yang akan memposisikan maskapai ini di antara lima maskapai penerbangan teratas dunia. Hingga akhir tahun 2025, Turkish Airlines mengoperasikan armada sebanyak 514 pesawat, menduduki peringkat kesembilan di dunia. Maskapai ini telah memesan hampir 600 pesawat baru, yang diperkirakan akan bergabung dengan armada mereka dalam 10-12 tahun ke depan.
Turkish Airlines saat ini melayani 356 destinasi di 132 negara, menjadikannya maskapai dengan jaringan rute global terlengkap. Dalam 11 bulan pertama tahun 2025, maskapai ini mengangkut 85,3 juta penumpang, mewakili peningkatan 8,4% tahun-ke-tahun dan melampaui total jumlah penumpang sepanjang tahun 2024.
CEO Bilal Eksi menekankan komitmen maskapai terhadap pertumbuhan dan ekspansi, menyoroti rencana mereka untuk menjadi salah satu dari lima maskapai penerbangan teratas dunia pada tahun 2033. Pembangunan terminal kargo baru ini merupakan langkah signifikan ke arah tersebut, menunjukkan fokus maskapai pada layanan penumpang dan kargo.
Cargo Terminal Investment
Aircraft Order Expansion
Strategic Growth Plan