Key insights and market outlook
Dua perempuan dari Maluku Tenggara dan Papua Barat berhasil mentransformasi hidup mereka dari ibu rumah tangga menjadi pengusaha, memimpin kelompok produktif yang menghasilkan berbagai produk olahan ikan dan ecoprint. Kelompok Dullah Tama mencapai pendapatan Rp 44,1 juta pada 2025, menunjukkan peningkatan 16% dari tahun sebelumnya. Kisah sukses ini menyoroti dampak signifikan dari pemberdayaan perempuan pesisir dan pengembangan ekonomi lokal.
Dalam kisah inspiratif tentang pemberdayaan dan kewirausahaan, dua perempuan dari Maluku Tenggara dan Papua Barat telah membuat kemajuan signifikan dalam membangun bisnis yang berpusat pada pengolahan ikan. Sri Fany Mony, yang dulunya ibu rumah tangga tanpa usaha ekonomi, kini memimpin kelompok produktif yang menjadi simbol harapan bagi pemberdayaan perempuan pesisir.
Kelompok Dullah Tama, di bawah kepemimpinan Fany sebagai Ketua Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar), telah mencapai kesuksesan luar biasa. Pada 2025, kelompok ini mencatat pendapatan sebesar Rp 44,1 juta, menandai peningkatan 16% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini merupakan bukti kerja keras dan dedikasi kelompok dalam menghasilkan produk olahan ikan dan ecoprint berkualitas tinggi.
Kesuksesan kelompok Dullah Tama tidak hanya mentransformasi kehidupan anggotanya tetapi juga berdampak positif pada ekonomi lokal. Dengan aktif berbagi praktik terbaik di tingkat nasional dan internasional, kelompok ini telah menjadi contoh bagi komunitas pesisir lainnya. Pemberdayaan perempuan di wilayah ini telah mendorong pembangunan ekonomi yang lebih seimbang dan inklusif.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mencatat prestasi kelompok Dullah Tama, menyoroti kisah sukses mereka sebagai contoh pemberdayaan efektif perempuan pesisir. Pengakuan ini menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam mendorong inisiatif semacam ini dan mempromosikan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di wilayah pesisir.
Revenue Increase of Dullah Tama Group
Empowerment of Coastal Women