Key insights and market outlook
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengusulkan rencana perdamaian 20 poin baru yang mencakup pembentukan zona demiliterisasi di sepanjang garis depan, mewajibkan pasukan Ukraina dan Rusia menarik diri dari area yang disepakati. Rencana ini, yang digambarkan sebagai versi ringkas dari rencana 28 poin sebelumnya yang terkait dengan proposal mantan Presiden AS Donald Trump, menyarankan pembentukan 'sabuk benteng' di kota-kota wilayah Donetsk untuk melindungi Ukraina dari potensi invasi lanjutan Rusia. Kesepakatan ini harus diratifikasi oleh rakyat Ukraina melalui referendum dalam 60 hari.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah meluncurkan proposal perdamaian baru yang berisi 20 poin kunci yang bertujuan mengakhiri konflik berkelanjutan dengan Rusia. Inti dari inisiatif ini adalah pembentukan zona demiliterisasi di sepanjang garis depan saat ini, mewajibkan pasukan Ukraina dan Rusia menarik diri dari area yang ditentukan. Lebar zona ini diusulkan antara 5 hingga 40 kilometer, memberikan penyangga terhadap eskalasi militer lebih lanjut.
Proposal baru ini disajikan sebagai versi ringkas dari rencana perdamaian 28 poin sebelumnya yang terkait dengan pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump. Rencana saat ini mencakup beberapa konsesi signifikan kepada Rusia sambil mempertahankan kedaulatan Ukraina. Salah satu komponen penting adalah pembentukan 'sabuk benteng' di wilayah Donetsk, khususnya menyebutkan kota-kota seperti Kramatorsk dan Sloviansk, yang akan berfungsi sebagai penghalang pelindung terhadap kemajuan Rusia potensial.
Zelensky menekankan bahwa setiap perjanjian perdamaian yang dihasilkan dari proposal ini harus diratifikasi oleh rakyat Ukraina melalui referendum nasional. Proses ini diperkirakan memakan waktu setidaknya 60 hari, memungkinkan pertimbangan menyeluruh dan debat publik. Persyaratan referendum menambahkan lapisan legitimasi demokratis pada setiap perjanjian potensial, memastikan bahwa rakyat Ukraina memiliki suara langsung dalam ketentuan perdamaian.
Proposal ini datang pada saat konflik antara Ukraina dan Rusia tetap intens, dengan kedua belah pihak telah mengalami kerugian signifikan. Komunitas internasional telah memantau situasi ini dengan cermat, dengan berbagai negara dan organisasi menyerukan resolusi damai. Rencana perdamaian baru Zelensky mewakili upaya diplomatik signifikan untuk mengakhiri konflik melalui negosiasi daripada keterlibatan militer lanjutan.