Key insights and market outlook
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,7% untuk tahun 2026, dengan alasan masih adanya tekanan dari tarif impor AS dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Proyeksi ini merupakan bagian dari laporan World Economic Situation and Prospects PBB, yang juga memprediksikan sedikit peningkatan menjadi pertumbuhan 2,9% di tahun 2027. Sekretaris Jenderal PBB menyoroti munculnya lanskap kompleks dari ketegangan ekonomi, geopolitik, dan teknologi.
Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2026 menjadi 2,7%, mencerminkan tantangan yang sedang berlangsung termasuk dampak tarif impor AS dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Proyeksi yang direvisi ini terdapat dalam laporan World Economic Situation and Prospects PBB. Ramalan ini menunjukkan lingkungan ekonomi yang menantang dengan berbagai tekanan.
Meski ada tekanan tersebut, ekonomi global telah menunjukkan ketahanan yang mengejutkan, didukung oleh belanja konsumen yang kuat dan tingkat inflasi yang menurun. Namun, PBB mencatat bahwa beberapa masalah struktural masih belum terselesaikan. Laporan ini memproyeksikan sedikit pemulihan menjadi pertumbuhan 2,9% di tahun 2027, meskipun masih di bawah rata-rata pra-pandemi sebesar 3,2%.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menekankan bahwa lingkungan global saat ini ditandai oleh interaksi kompleks antara ketegangan ekonomi, geopolitik, dan teknologi. Faktor-faktor ini menciptakan lanskap berisiko yang memerlukan navigasi hati-hati oleh para pembuat kebijakan dan pelaku bisnis. Laporan ini menekankan perlunya respons internasional yang terkoordinasi untuk mengatasi tantangan multifaset ini.
Global Growth Forecast Revision
UN Economic Report Release