Key insights and market outlook
Perserikatan Bangsa-Bangsa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global akan melambat menjadi 2,7% pada 2026 dari 2,8% pada 2025 sebelum pulih sedikit menjadi 2,9% pada 2027. Pertumbuhan ini masih di bawah rata-rata pra-pandemi sebesar 3,2% (2010-2019). Laporan tersebut mengaitkan perlambatan ini dengan ketegangan perdagangan yang meningkat, terutama kenaikan tajam tarif di Amerika Serikat selama 2025.
Laporan World Economic Situation and Prospects Perserikatan Bangsa-Bangsa memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi global akan mengalami perlambatan moderat, mencapai 2,7% pada 2026 sebelum pulih sedikit menjadi 2,9% pada 2027. Lintasan pertumbuhan ini masih di bawah rata-rata historis 3,2% yang tercatat antara 2010 dan 2019, menunjukkan lingkungan ekonomi yang tetap lesu.
Laporan tersebut mengidentifikasi kenaikan tajam tarif di Amerika Serikat selama 2025 sebagai faktor signifikan yang berkontribusi pada perlambatan ekonomi saat ini. Langkah proteksionis ini telah memperkenalkan ketegangan perdagangan baru, yang berpotensi mengganggu arus perdagangan internasional. Namun, laporan mencatat bahwa dampaknya agak terkendali karena tidak ada eskalasi ketegangan perdagangan yang lebih luas.
Proyeksi perlambatan pertumbuhan memiliki implikasi penting bagi stabilitas dan pembangunan ekonomi global. Dengan tingkat pertumbuhan yang tetap di bawah level pra-pandemi, para pengambil kebijakan menghadapi tantangan dalam merangsang aktivitas ekonomi sambil mengelola tekanan inflasi dan dinamika perdagangan. Situasi ini memerlukan pemantauan yang cermat terhadap kebijakan perdagangan dan potensi dampaknya terhadap kinerja ekonomi global.
Global Growth Projection Revision
Trade Tariff Implementation