Understanding Healthy Debt Ratio to Manage Monthly Expenses
Back
Back
3
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedJan 7
Sources1 verified

Memahami Rasio Utang Sehat untuk Mengelola Pengeluaran Bulanan

Tim Editorial AnalisaHub·7 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Mempertahankan rasio utang yang sehat sangat penting untuk stabilitas keuangan. Rasio utang yang ideal dianggap di bawah 35% dari pendapatan bulanan. Artinya jika Anda berpenghasilan Rp 10.000.000 per bulan, cicilan utang total Anda tidak boleh melebihi Rp 3.500.000. Rasio antara 36-49% dianggap kurang ideal namun masih dapat dikelola, sedangkan rasio 50% atau lebih menunjukkan potensi kesulitan keuangan dan peningkatan risiko gagal bayar.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Memahami Rasio Utang Sehat untuk Pengelolaan Keuangan yang Lebih Baik

Pentingnya Rasio Utang dalam Keuangan Pribadi

Mengelola keuangan pribadi secara efektif membutuhkan pemahaman tentang konsep rasio utang yang sehat. Utang sering dipandang negatif, namun bila dikelola dengan tepat, utang dapat menjadi alat keuangan yang berguna untuk mencapai tujuan hidup seperti membeli rumah, membiayai pendidikan, atau mendanai usaha. Faktor kunci bukan apakah seseorang memiliki utang, tapi menjaga tingkat utang yang dapat dikelola.

Menghitung Rasio Utang Anda

Rasio utang dihitung dengan membagi total cicilan utang bulanan dengan total pendapatan bulanan, kemudian dikalikan 100% untuk mendapatkan persentase. Menurut DBS digibank, menjaga rasio utang lebih rendah dari pendapatan adalah ideal untuk stabilitas keuangan.

Kategori Rasio Utang:

  1. Ideal (Di bawah 35%): Keuangan stabil, utang dapat dikelola Contoh: Maksimal Rp 3.500.000 utang untuk Rp 10.000.000 pendapatan
  2. Kurang Ideal (36-49%): Masih dapat dikelola tapi membutuhkan pengelolaan anggaran yang cermat Contoh: Rp 3.600.000 - 4.900.000 utang untuk Rp 10.000.000 pendapatan
  3. Risiko Tinggi (50% ke atas): Potensi kesulitan keuangan, risiko gagal bayar tinggi Contoh: Di atas Rp 5.000.000 utang untuk Rp 10.000.000 pendapatan

Implikasi dari Berbagai Rasio Utang

  • Rasio di bawah 35% menunjukkan pengelolaan keuangan yang sehat dan kemampuan untuk membayar utang dengan nyaman
  • Rasio antara 36-49% menunjukkan potensi tekanan pada keuangan dan membutuhkan pengelolaan pengeluaran yang cermat
  • Rasio 50% atau lebih menunjukkan tekanan keuangan yang parah dan peningkatan risiko gagal bayar

Mempertahankan Rasio Utang yang Sehat

Untuk menjaga kesehatan keuangan, penting untuk memantau rasio utang secara teratur dan melakukan penyesuaian bila diperlukan. Hal ini mungkin melibatkan pengurangan tingkat utang, peningkatan pendapatan, atau restrukturisasi kewajiban utang. Dengan menjaga rasio utang tetap terkendali, Anda dapat memastikan stabilitas keuangan yang lebih baik dan mengurangi risiko kesulitan keuangan di masa depan.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 week ago
Read Time
10 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Financial ManagementDebt ManagementPersonal Finance

Key Events

1

Debt Ratio Calculation

2

Financial Health Assessment

Timeline from 1 verified sources