Key insights and market outlook
PT United Tractors Tbk (UNTR) melaporkan pertumbuhan pendapatan 1% secara tahunan menjadi Rp 100,5 triliun untuk periode Januari-September 2025, namun mengalami penurunan laba bersih 26% yoy menjadi Rp 11,5 triliun. Kinerja perusahaan terpengaruh oleh penghentian sementara operasi penambangan di Martabe akibat banjir bandang di Sumatera Utara. Analis RHB Sekuritas mencatat bahwa bencana alam tersebut menambah ketidakpastian kinerja UNTR ke depannya.
PT United Tractors Tbk (UNTR) melaporkan hasil keuangan yang beragam untuk sembilan bulan pertama tahun 2025. Perusahaan mencapai pendapatan Rp 100,5 triliun, yang merupakan peningkatan 1% secara tahunan. Namun, laba bersih menurun 26% secara tahunan menjadi Rp 11,5 triliun. Perbedaan antara pertumbuhan pendapatan dan penurunan laba menunjukkan tantangan yang dihadapi perusahaan dalam menjaga profitabilitas di tengah fluktuasi harga komoditas.
Kinerja perusahaan sangat terpengaruh oleh gangguan operasional. Banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Utara memaksa UNTR untuk menghentikan sementara operasi penambangan di lokasi Martabe. Peristiwa tak terduga ini mengharuskan perusahaan untuk mengalokasikan kembali sumber daya guna mendukung upaya tanggap darurat dan pemulihan, yang semakin menekan kinerja keuangan.
Analis RHB Sekuritas menekankan bahwa bencana alam tersebut menambah ketidakpastian yang sudah ada seputar kinerja UNTR. Kombinasi tantangan operasional dan volatilitas harga komoditas menciptakan lingkungan yang kompleks bagi operasional perusahaan ke depannya.
Sektor komoditas tetap sensitif terhadap kondisi ekonomi global dan bencana alam. Kinerja UNTR pada kuartal sisa tahun 2025 akan diawasi ketat oleh investor, terutama terkait pergerakan harga komoditas dan kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko operasional.
Laporan Keuangan Q3 2025
Penghentian Sementara Operasi Martabe