Key insights and market outlook
Perusahaan logistik balik UPS, Happy Returns, menggunakan deteksi penipuan berbasis AI yang disebut 'Return Vision' untuk mengatasi penipuan retur selama musim liburan. Teknologi ini menganalisis retur yang mencurigakan dan menandainya untuk ditinjau oleh manusia, berpotensi mencegah kerugian tahunan ritel AS sebesar $76,5 miliar. Peritel besar seperti Everlane, Revolve, dan Under Armour termasuk di antara klien yang menguji teknologi ini.
Anak perusahaan UPS, Happy Returns, telah memperkenalkan sistem deteksi penipuan retur berbasis AI yang disebut 'Return Vision' untuk mengatasi masalah penipuan retur yang meningkat selama musim liburan. Teknologi ini dirancang untuk mengidentifikasi retur yang mencurigakan dengan menganalisis isi paket dan menandainya untuk ditinjau lebih lanjut oleh manusia. Perkembangan ini muncul karena hampir satu dari sepuluh retur ritel di Amerika Serikat diperkirakan bersifat penipuan, sehingga menyebabkan kerugian finansial signifikan bagi peritel.
Penipuan retur merupakan masalah tahunan sebesar $76,5 miliar bagi peritel AS, menurut data logistik balik UPS. Masalah ini menjadi sangat menonjol selama musim belanja puncak ketika volume retur melonjak. Aktivitas penipuan termasuk pelanggan mengembalikan barang palsu atau barang dengan nilai lebih rendah daripada produk yang dibeli asli.
Happy Returns telah mulai menguji sistem Return Vision dengan beberapa klien ritel besar, termasuk peritel fesyen Everlane, Revolve, dan Under Armour. Sistem AI bekerja dengan menandai paket yang mencurigakan untuk analisis detail dan verifikasi manusia. Jika penipuan terkonfirmasi, pengembalian dana dapat ditahan, sehingga melindungi peritel dari kerugian finansial.
Implementasi teknologi AI ini mewakili langkah maju signifikan dalam memerangi penipuan retur. Dengan memanfaatkan teknologi canggih, peritel dapat lebih baik melindungi diri terhadap aktivitas penipuan sambil mempertahankan kepercayaan pelanggan melalui proses retur yang sah. Kesuksesan sistem ini berpotensi mengarah pada adopsi yang lebih luas di seluruh industri ritel, terutama selama musim belanja puncak.
AI Implementation for Fraud Detection
Return Fraud Mitigation Measures