Key insights and market outlook
Perang dagang AS-China yang sedang berlangsung telah menyebabkan peningkatan signifikan dalam permintaan pabrik siap pakai (RBF) dan fasilitas industri lainnya di Indonesia, terutama dari perusahaan-perusahaan China yang mencari basis produksi alternatif. Leads Property melaporkan bahwa permintaan meningkat pesat di wilayah Jabodetabek dan Banten karena perusahaan-perusahaan China berupaya diversifikasi produksi dan mengurangi risiko perdagangan. Perusahaan umumnya menyewa fasilitas selama 3-5 tahun untuk menguji efisiensi produksi dan logistik sebelum memutuskan ekspansi jangka panjang.
Perang dagang AS-China yang semakin intensif telah memicu peningkatan signifikan dalam permintaan fasilitas industri di Indonesia, terutama di kalangan perusahaan-perusahaan China. Leads Property melaporkan adanya lonjakan permintaan dan penyewaan pabrik siap pakai (RBF) di lokasi strategis seperti Jabodetabek dan Banten. Tren ini didorong oleh perusahaan-perusahaan China yang mencari basis produksi alternatif di Asia Tenggara untuk mengurangi dampak tarif perdagangan AS.
Perusahaan-perusahaan China umumnya menyewa fasilitas untuk periode awal 3-5 tahun. Penyewaan jangka pendek-menengah ini memungkinkan mereka untuk melakukan uji coba produksi, menilai efisiensi biaya tenaga kerja, dan mengevaluasi kebutuhan logistik sebelum memutuskan rencana ekspansi jangka panjang. Fleksibilitas yang ditawarkan oleh RBF sangat menarik karena memungkinkan perusahaan untuk mempercepat kemampuan produksi tanpa harus menunggu proses pembangunan fasilitas baru yang memakan waktu lama.
Peningkatan permintaan yang didorong oleh perang dagang ini diperkirakan akan berdampak positif pada pasar properti industri Indonesia. Lokasi strategis Indonesia di Asia Tenggara, ditambah dengan biaya tenaga kerja yang kompetitif dan infrastruktur yang terus membaik, menjadikan Indonesia destinasi yang menarik bagi investor asing yang ingin diversifikasi basis produksi mereka.
Seiring dengan terus berlanjutnya ketegangan perdagangan antara AS dan China, Indonesia kemungkinan besar akan tetap menjadi salah satu penerima manfaat utama dari pergeseran dinamika manufaktur global ini. Permintaan yang terus berlanjut untuk fasilitas industri diperkirakan akan mendorong pengembangan lebih lanjut di sektor properti industri Indonesia, membuka peluang bagi investor lokal dan internasional.
Increased Demand for Industrial Facilities
Shift in Global Manufacturing