US-China Urged to Limit AI Use in Defense Amid Rising Competition
Back
Back
2
Impact
3
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 5
Sources1 verified

AS-China Diminta Batasi Penggunaan AI di Pertahanan di Tengah Persaingan yang Meningkat

Tim Editorial AnalisaHub·5 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Para ahli menyerukan Amerika Serikat dan China untuk membatasi penggunaan kecerdasan buatan (AI) di sektor pertahanan di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang etika dan akuntabilitas. Hal ini terjadi ketika kedua negara semakin banyak mengintegrasikan AI ke dalam sistem militer mereka, meningkatkan risiko perlombaan senjata AI. Para peneliti menyarankan bahwa regulasi AI dalam aplikasi militer bisa menjadi area potensial untuk kerja sama antara kedua negara, meskipun tensi antara mereka saat ini masih tinggi.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Para Ahli Mendesak Kerja Sama AS-China dalam Regulasi AI Pertahanan

Kekhawatiran Meningkat atas AI dalam Aplikasi Militer

Peningkatan penggunaan kecerdasan buatan (AI) di sektor pertahanan oleh Amerika Serikat dan China telah menimbulkan kekhawatiran serius tentang potensi perlombaan senjata AI. Para ahli memperingatkan bahwa tanpa regulasi yang tepat, integrasi AI ke dalam sistem militer dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak diinginkan, termasuk masalah etika dan akuntabilitas.

Potensi Kerja Sama di Tengah Ketegangan

Walaupun ada ketegangan tinggi antara AS dan China, para peneliti percaya bahwa regulasi AI dalam aplikasi militer dapat menjadi titik kerja sama baru. Sun Chenghao, peneliti di Pusat Keamanan Internasional dan Strategi Universitas Tsinghua, berpendapat bahwa kolaborasi pada tata kelola AI global dapat membuka peluang baru untuk dialog antara kedua negara. Menurut Sun, "keterlibatan aktif negara-negara besar dalam tata kelola AI sangat penting bagi negara-negara Global South untuk berpartisipasi."

Tantangan untuk Tata Kelola AI yang Efektif

Namun, ketegangan saat ini antara AS dan China, yang memimpin pengembangan teknologi AI, menimbulkan tantangan signifikan bagi tata kelola AI yang efektif. Sun mencatat bahwa "ketegangan antara China dan AS membuat kerja sama tata kelola AI yang efektif menjadi sulit secara logis." Hal ini menyoroti kompleksitas mencapai kesepakatan bersama tentang regulasi AI, terutama di bidang sensitif seperti aplikasi militer.

Implikasi bagi Tata Kelola AI Global

Seruan untuk regulasi AI di sektor pertahanan menekankan kebutuhan yang lebih luas akan kerja sama internasional dalam tata kelola AI. Ketika teknologi AI terus berkembang dan menyebar, penetapan standar dan regulasi yang umum akan sangat penting untuk mencegah potensi penyalahgunaan dan memastikan bahwa manfaat AI diwujudkan dengan cara yang aman dan akuntabel.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
10 min
Sources
1 verified

Topics Covered

AI GovernanceUS-China RelationsDefense TechnologyArtificial Intelligence Regulation

Key Events

1

Call for AI Regulation in Defense

2

US-China AI Governance Cooperation

Timeline from 1 verified sources