Key insights and market outlook
Amerika Serikat melakukan operasi militer berisiko tinggi di Venezuela pada 3 Januari 2025, yang digambarkan Presiden Donald Trump sebagai berhasil dan canggih. Operasi ini melibatkan 150 pesawat dan menghadapi perlawanan, dengan helikopter AS ditembaki dan mengalami kerusakan parah. Meskipun menghadapi tantangan, semua personel AS dievakuasi dengan selamat tanpa korban jiwa. Trump mengisyaratkan bahwa AS siap untuk tindakan lanjutan jika diperlukan.
Amerika Serikat melakukan operasi militer canggih di Venezuela pada 3 Januari 2025, yang digambarkan Presiden Donald Trump sebagai salah satu operasi paling berbahaya dan maju yang pernah dilakukan oleh AS. Operasi ini melibatkan penyebaran 150 pesawat yang signifikan dan mengakibatkan helikopter AS ditembaki saat mendarat, dengan satu unit mengalami kerusakan besar.
Trump, saat dalam perjalanan di Air Force One, menekankan bahwa AS siap mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan. Ia menyatakan, "Kami siap membalas jika diperlukan. Kami benar-benar siap. Jika mereka tidak berperilaku baik, kami akan melakukan serangan kedua." AS saat ini bekerja sama dengan pemerintahan baru Venezuela, meskipun Trump belum berbicara langsung dengan pemimpin baru yang dilantik.
Operasi ini secara efektif memberi Amerika Serikat kontrol atas situasi di Venezuela. Fokus utama saat ini adalah memulihkan negara sebelum menyelenggarakan pemilihan umum baru. Keberhasilan operasi ini dan pengelolaan situasi selanjutnya kemungkinan akan memiliki implikasi signifikan bagi kebijakan luar negeri AS dan lanskap politik di Venezuela.
US Military Operation in Venezuela
Political Instability in Venezuela