Key insights and market outlook
Riset JPMorgan Chase & Co mengungkapkan bahwa sekitar $63 miliar obligasi korporasi AS berisiko kehilangan status investment grade dan berpotensi menjadi obligasi sampah. Obligasi ini saat ini memiliki peringkat tinggi namun juga memiliki setidaknya satu prospek negatif dari lembaga pemeringkat. Situasi ini mengkhawatirkan karena perusahaan melakukan pembiayaan ulang utang di tengah biaya bunga yang meningkat, memberikan tekanan pada peringkat kredit mereka.
Laporan riset JPMorgan Chase & Co baru-baru ini menyoroti bahwa sekitar $63 miliar obligasi korporasi AS berada di ambang kehilangan status investment grade mereka. Obligasi ini saat ini memiliki peringkat tinggi dari setidaknya satu lembaga pemeringkat utama namun juga telah menerima peringkat investment grade terendah (BBB-) dari lembaga lain. Situasi ini semakin rumit dengan adanya setidaknya satu lembaga pemeringkat yang mempertahankan prospek negatif pada obligasi-obligasi tersebut.
Peningkatan signifikan dari $37 miliar di 2024 menjadi $63 miliar saat ini menunjukkan meningkatnya kekhawatiran di pasar obligasi korporasi. Nathaniel Rosenbaum, Strategis Kredit Kelas Tinggi AS di JPMorgan, mencatat bahwa biaya bunga yang meningkat membebani neraca perusahaan, yang pada akhirnya mempengaruhi peringkat kredit mereka.
Situasi ini menggarisbawahi keseimbangan yang rapuh antara mempertahankan status investment grade dan risiko jatuh ke wilayah obligasi sampah. Investor harus memantau perkembangan ini dengan cermat karena memiliki implikasi signifikan bagi pasar keuangan yang lebih luas.
Corporate Bond Rating Downgrade Risk
Increasing Debt Refinancing Challenges