Key insights and market outlook
Dolar AS mencatat penurunan terbesar sejak 2017 pada tahun 2025, dengan Indeks Bloomberg Dollar Spot turun sekitar 8% sepanjang tahun. Penurunan ini disebabkan oleh ekspektasi pasar akan pemangkasan suku bunga yang agresif oleh Federal Reserve pada tahun mendatang, yang berpotensi dipimpin oleh ketua baru dengan sikap yang lebih dovish terhadap kebijakan moneter. Pelaku pasar bertaruh bahwa tekanan terhadap dolar akan terus berlanjut ke tahun depan karena The Fed berbeda dengan bank sentral besar lainnya dalam pendekatannya terhadap kebijakan moneter.
Dolar AS menutup tahun 2025 dengan penurunan tahunan terbesar sejak 2017, sebagaimana diukur oleh Indeks Bloomberg Dollar Spot yang turun sekitar 8% selama tahun tersebut. Depresiasi signifikan ini terutama disebabkan oleh ekspektasi pasar akan pemangkasan suku bunga yang substansial oleh Federal Reserve pada tahun mendatang. Antisipasi terhadap sikap kebijakan moneter yang lebih dovish, yang berpotensi dipimpin oleh ketua Federal Reserve baru, telah menjadi pendorong utama penurunan dolar.
Pelaku pasar semakin memperhitungkan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada tahun depan, yang berbeda dengan jalur kebijakan moneter beberapa ekonomi besar lainnya. Perbedaan ini telah mengurangi daya tarik dolar dibandingkan dengan mata uang lainnya. Sentimen pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh prospek perubahan kepemimpinan The Fed, karena masa jabatan Ketua Jerome Powell saat ini akan berakhir.
Menurut Yusuke Miyairi, analis valuta asing Nomura, "Faktor terbesar yang mempengaruhi dolar pada kuartal pertama adalah The Fed. Ini bukan hanya tentang rapat The Fed bulan Januari dan Maret, tapi juga siapa yang akan menggantikan Jerome Powell." Ketidakpastian seputar kepemimpinan dan arah kebijakan The Fed di masa depan terus membebani kinerja dolar. Ketika pasar bersiap untuk potensi penurunan lebih lanjut, arah pergerakan dolar tetap menjadi indikator yang diawasi ketat di pasar keuangan global.
Dollar Decline in 2025
Expected Fed Rate Cuts
Potential Change in Fed Leadership