Key insights and market outlook
Indeks Dolar AS menunjukkan tren penguatan belakangan ini, dengan keuntungan 1,19% dalam sebulan terakhir. Meskipun demikian, beberapa valuta asing tetap menarik bagi investor. Indeks dolar terkoreksi sedikit 0,05% ke 100,112 pada Jumat, namun sebelumnya telah mencapai level tertinggi lima bulan sebesar 100,228. Penguatan ini sebagian besar disebabkan oleh prospek kebijakan moneter The Fed dan data pasar tenaga kerja AS yang kuat.
Indeks Dolar AS (DXY) menunjukkan tren penguatan yang signifikan belakangan ini. Meskipun terkoreksi sedikit 0,05% ke 100,112 pada Jumat, 21 November 2025, indeks ini telah mencatat peningkatan 1,19% dalam sebulan terakhir. Performa terbaru ini membawa indeks ke level tertinggi lima bulan sebesar 100,228 pada Rabu, 19 November 2025.
Faktor utama di balik penguatan dolar AS adalah perubahan outlook kebijakan moneter The Fed. Meskipun sempat ada spekulasi tentang potensi pemangkasan suku bunga, data pasar tenaga kerja AS yang kuat telah mengimbangi ekspektasi tersebut. Komentar dari pejabat The Fed yang menunjukkan inflasi masih di atas target telah memperkuat pandangan bahwa suku bunga akan tetap tinggi dalam periode yang lebih lama. Notulen FOMC semakin mendukung perspektif ini dengan menunjukkan perbedaan pendapat di antara pejabat The Fed mengenai kebijakan moneter.
Sutopo Widodo, Presiden Komisioner HFX International Berjangka, menyatakan bahwa suku bunga AS yang lebih tinggi telah meningkatkan daya tarik imbal hasil US Treasury dan dolar AS. Perkembangan ini membuat valuta asing alternatif menjadi lebih menarik bagi investor yang mencari diversifikasi. Saat investor global menavigasi dinamika mata uang ini, beberapa valuta asing muncul sebagai alternatif yang layak dalam lingkungan pasar saat ini.
Dollar Index Strengthening
Fed Monetary Policy Outlook
Alternative Currency Investment