Key insights and market outlook
Dolar AS telah jatuh ke level terendahnya dalam hampir satu dekade, dengan penurunan lebih dari 8% terhadap keranjang mata uang utama. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh perang dagang yang dipicu oleh Donald Trump, yang terus menekan nilai dolar. Sementara itu, rubel Rusia telah muncul sebagai mata uang dengan kinerja terbaik di 2025, melanggar ekspektasi dengan melambung 45% terhadap mata uang utama dalam 12 bulan terakhir.
Dolar AS telah mengalami penurunan signifikan, mencapai level terendahnya dalam hampir satu dekade. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh perang dagang yang sedang berlangsung yang dipicu oleh Donald Trump, yang telah menekan nilai dolar secara terus-menerus. Dolar telah jatuh lebih dari 8% terhadap keranjang mata uang utama, menandai penurunan terbesar sejak 2017.
Sementara itu, rubel Rusia telah menunjukkan lonjakan yang mengesankan, muncul sebagai mata uang dengan kinerja terbaik di 2025. Meskipun terdampak oleh perang dan sanksi berat, ekonomi Rusia telah melihat pemulihan yang mengesankan, dengan rubel menguat sekitar 45% terhadap mata uang utama dalam 12 bulan terakhir.
Penurunan dolar telah bervariasi di seluruh mata uang dalam grup G10, mulai dari penurunan 0,7% terhadap yen Jepang hingga 16,8% terhadap krona Swedia. Dolar juga melemah 7,1% terhadap pound sterling, mengakibatkan nilai pound naik dari sekitar $1,25 tahun lalu menjadi hampir $1,35 saat ini.
Penurunan dolar menjadi lebih nyata pada April, dengan penurunan 4% hanya dalam satu bulan, setelah kebijakan tarif Trump yang dijuluki sebagai "hari pembebasan," yang mengguncang pasar keuangan global. Pasar juga terguncang oleh sinyal bahwa Trump bisa mengganti pimpinan The Fed dengan sosok yang lebih mendukung penurunan suku bunga.
Penurunan Dolar AS
Lonjakan Rubel Rusia
Perang Dagang AS-Rusia