Key insights and market outlook
Dolar AS mengawali tahun 2026 dengan penguatan sebesar 0,2%, mencapai 98,44 pada indeks dolar, seiring pergeseran tren mata uang global. Penguatan ini muncul setelah dolar mengalami penurunan tahunan terbesar dalam delapan tahun (penurunan 9,4%) di tahun 2025 terhadap mata uang utama. Pelaku pasar kini fokus pada rilis data ekonomi AS mendatang dan potensi dampak penunjukan ketua Fed setelah masa jabatan Jerome Powell berakhir pada Mei 2026.
Dolar AS mengawali tahun 2026 dengan penguatan sebesar 0,2%, mencapai 98,44 pada indeks dolar. Penguatan ini muncul setelah dolar mengalami penurunan tahunan terbesar dalam delapan tahun, yaitu penurunan sebesar 9,4% terhadap mata uang utama di tahun 2025. Kinerja dolar dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti penyempitan selisih suku bunga antara AS dan negara lain, kekhawatiran atas defisit fiskal AS, dan ketegangan perdagangan global.
Euro melemah 0,2% menjadi $1,1725 setelah aktivitas manufaktur Zona Euro pada Desember melemah lebih dari yang diharapkan, turun ke level terendah dalam sembilan bulan. Meskipun demikian, euro mencatat kenaikan sebesar 13,5% selama 2025, menjadi apresiasi tahunan terbesar sejak 2017. Pound sterling diperdagangkan di level $1,3439, setelah melonjak 7,7% di 2025, kenaikan tahunan terbesar sejak 2017.
Pelaku pasar kini menantikan rilis data ekonomi AS penting yang dijadwalkan dalam pekan mendatang, termasuk angka ketenagakerjaan dan klaim pengangguran. Data-data ini akan sangat krusial dalam membentuk ekspektasi tentang arah kebijakan moneter AS di masa depan dan suku bunga. Selain itu, perhatian pasar juga tertuju pada potensi penunjukan ketua Fed berikutnya, seiring berakhirnya masa jabatan Jerome Powell pada Mei 2026. Presiden Donald Trump diperkirakan akan segera mengumumkan pilihannya, dengan penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett menjadi calon terkuat.
US Dollar Strengthening
Major Currency Fluctuations
Fed Chair Appointment