Key insights and market outlook
Shutdown pemerintah AS menyebabkan defisit anggaran signifikan sebesar Rp 4.751 triliun (sekitar US$ 284 miliar) pada Oktober 2025. Ini merupakan peningkatan 10% year-on-year, didorong oleh pembayaran dimuka US$ 105 miliar untuk program militer dan kesehatan. Total pengeluaran pemerintah melonjak menjadi US$ 689 miliar, naik 18% dari tahun sebelumnya.
Shutdown pemerintah AS telah menyebabkan peningkatan signifikan dalam defisit anggaran, mencapai US$ 284 miliar (sekitar Rp 4.751 triliun) pada Oktober 2025. Ini merupakan peningkatan US$ 27 miliar (10%) year-on-year, terutama karena pengelolaan keuangan pemerintah selama periode shutdown.
Pengeluaran bulan Oktober mencakup pembayaran dimuka US$ 105 miliar untuk berbagai program pemerintah, terutama di sektor militer dan kesehatan. Hal ini membawa total pengeluaran pemerintah bulan itu menjadi US$ 689 miliar, menandai peningkatan 18% dari periode yang sama tahun lalu. Kenaikan besar dalam pengeluaran ini menjadi kontributor utama perluasan defisit.
Defisit anggaran yang besar memiliki implikasi penting bagi kebijakan fiskal AS dan manajemen ekonomi. Ini mencerminkan tantangan dalam mengelola keuangan pemerintah, terutama selama periode kebuntuan politik yang menyebabkan shutdown pemerintah. Dampak defisit besar seperti itu terhadap perekonomian secara keseluruhan dan pasar keuangan akan dipantau ketat dalam beberapa bulan mendatang.
US Budget Deficit Increase
Government Expenditure Surge
Shutdown Financial Impact