Key insights and market outlook
The Federal Reserve AS diperkirakan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin bulan depan seiring melemahnya pasar tenaga kerja AS. 80% ekonom yang disurvei Reuters memprediksi pemangkasan suku bunga ke kisaran 3,50-3,75%. Keputusan ini mengikuti pemangkasan suku bunga 0,25% bulan lalu, yang memicu perdebatan di kalangan pejabat The Fed di tengah ketidakpastian ekonomi.
Pasar tenaga kerja AS menunjukkan tanda-tanda melemah yang jelas, sehingga memicu harapan bahwa Federal Reserve akan melakukan pemangkasan suku bunga lagi bulan depan. Menurut survei Reuters, 80% ekonom memprediksi penurunan 25 basis poin, yang akan membawa suku bunga ke kisaran 3,50%-3,75%. Langkah ini mengikuti pemangkasan suku bunga 0,25% bulan lalu yang bertujuan mendukung ekonomi di tengah ketidakpastian yang meningkat.
Keputusan ini tidak lepas dari kontroversi karena beberapa anggota Federal Open Market Committee (FOMC) menyatakan keraguan tentang pemangkasan lebih lanjut, terutama mengingat data ekonomi yang belum lengkap akibat penutupan pemerintah (government shutdown) baru-baru ini. Ketua The Fed Jerome Powell menekankan bahwa keputusan pada Desember belum final, menunjukkan adanya deliberasi lanjutan di dalam bank sentral.
Potensi pemangkasan suku bunga dilihat sebagai respons terhadap kondisi pasar tenaga kerja yang melemah. Angka pekerjaan yang lebih lemah meningkatkan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi, sehingga mendorong The Fed untuk mempertimbangkan pelonggaran moneter tambahan. Pasar sangat memperhatikan langkah berikutnya The Fed karena akan memiliki implikasi signifikan bagi pasar keuangan AS dan global.
Fed Rate Cut Expectation
Labor Market Weakening
Monetary Policy Debate