Key insights and market outlook
Militer Amerika Serikat melakukan serangan balasan berskala besar terhadap target Islamic State (ISIS) di Suriah pada 19 Desember 2025. Operasi yang dijuluki Operation Hawkeye Strike ini menyasar lebih dari 70 lokasi di Suriah tengah menggunakan jet tempur, helikopter serbu, dan sistem roket jarak jauh. Aksi militer ini menyusul serangan ISIS baru-baru ini yang menewaskan personel AS.
Militer Amerika Serikat melakukan serangan balasan signifikan terhadap target Islamic State (ISIS) di Suriah pada 19 Desember 2025. Operasi yang dijuluki Operation Hawkeye Strike ini menyasar lebih dari 70 lokasi di seluruh Suriah tengah. Serangan ini melibatkan kombinasi jet tempur AS, helikopter serbu, dan sistem roket jarak jauh, menunjukkan respons militer komprehensif terhadap agresi ISIS baru-baru ini.
Aksi militer AS ini menyusul serangan ISIS yang mengakibatkan tewasnya personel AS. Konteks ini memberikan motivasi langsung untuk serangan balasan berskala besar. Operasi ini mewakili demonstrasi jelas kapabilitas militer AS dan komitmen untuk melawan aktivitas ISIS di wilayah tersebut.
Operation Hawkeye Strike menggunakan berbagai aset militer, termasuk:
Penggunaan gabungan aset-aset ini memungkinkan serangan komprehensif terhadap berbagai target ISIS di Suriah tengah, memaksimalkan dampak operasional.